Operasional Transportasi Jelang Hari Raya Nyepi di Bali Alami Penyesuaian

  • Whatsapp
Operasional transportasi jelang Hari Raya Nyepi di Bali aami penyesuaian (foto: Kemenhub)

Jakarta, beritalima.com|- Jelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama seluruh pemangku kepentingan transportasi melakukan penyesuaian operasional pada sejumlah layanan transportasi di Bali.

Kebijakan ini untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi tradisi sakral bagi umat Hindu di Pulau Dewata.

Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan, “penyesuaian operasional transportasi ini dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik sebelum dan sesudah Nyepi, sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan tertib, selamat, aman, dan nyaman,” ujar Dudy di Jakarta (15/3).

Pemerintah berharap, mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Nyepi dapat berlangsung lebih terencana dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan, sekaligus menjaga keharmonisan serta menghormati nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali.

Sejumlah moda transportasi di Bali akan menghentikan operasional sementara selama pelaksanaan Nyepi sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian berlangsung 24 jam.

Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan dihentikan sementara mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas penerbangan baik domestik maupun internasional tak beroperasi dan akan kembali berjalan normal setelah periode Nyepi berakhir.

Pada layanan transportasi penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan wilayah sekitarnya, seperti Ketapang-Gilimanuk, layanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, akan dihentikan mulai 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Sementara idari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, akan ditutup mulai 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dan kembali dibuka pada 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA setelah Nyepi selesai.

Selain itu, layanan pelayaran pada lintasan Padang Bai–Lembar juga menyesuaikan  operasi dengan menghentikan sementara aktivitas pelayaran selama pelaksanaan Nyepi dan kembali beroperasi setelah periode tersebut berakhir.

Di sektor transportasi darat, terminal angkutan umum di Bali melakukan hal serupa. Terminal Tipe A Mengwi sebagai salah satu simpul transportasi utama di Bali membatasi layanan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi hingga siang hari pada H-1 Nyepi. Kemudian, operasional terminal dihentikan selama Hari Raya Nyepi dan kembali normal setelah Nyepi berakhir.

“Kami meminta seluruh operator transportasi untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan serta memastikan seluruh layanan transportasi yang beroperasi sebelum dan setelah Nyepi tetap memenuhi standar keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Duddy.

Jurnalis: Dedy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait