BONDOWOSO, beritalima.com – Beredarnya video berdurasi sekitar satu menit di media sosial yang menampilkan buah pisang diduga kurang layak konsumsi menuai perhatian warganet. Video tersebut dikaitkan dengan pembagian makanan dari SPPG Patemon, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso. Menanggapi hal itu, owner SPPG Patemon, Yusniati, memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar agar masyarakat tidak salah memahami kondisi yang sebenarnya di lapangan.
Yusniati menjelaskan bahwa potongan video yang beredar tidak menggambarkan kondisi secara keseluruhan dari buah pisang yang dibagikan kepada penerima manfaat. Ia menegaskan, dari ribuan buah pisang yang disiapkan dan didistribusikan, kemungkinan hanya satu atau dua buah yang mengalami cacat.
“Kalau dari ribuan pisang yang ada, mungkin saja ada satu dua yang cacat. Namun secara keseluruhan, ribuan pisang lainnya dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya selalu berupaya menjaga kualitas makanan yang dibagikan kepada masyarakat. Setiap bahan makanan yang akan didistribusikan, termasuk buah-buahan, terlebih dahulu melalui proses pengecekan dan penyortiran.
Meski demikian, Yusniati mengakui bahwa dalam jumlah distribusi yang sangat banyak, tidak menutup kemungkinan ada satu atau dua buah yang luput dari pengecekan.
“Proses penyortiran sebenarnya sudah kami lakukan. Namun karena jumlahnya ribuan, kemungkinan ada yang terlewat,” ujarnya kamis (12/03/26).
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat tidak langsung menarik kesimpulan negatif hanya dari potongan video yang beredar di media sosial tanpa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Yusniati juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, khususnya dari para penerima manfaat. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara langsung justru akan membantu perbaikan pelayanan ke depan.
Namun demikian, pihaknya tidak alergi terhadap kritik dan saran masyarakat. Ia bahkan meminta apabila ditemukan makanan yang kurang layak, masyarakat dapat langsung menyampaikan kepada dirinya ataupun kepada pihak dapur.
“Kritik serta masukan dari masyarakat akan kami tampung untuk dijadikan bahan evaluasi, agar ke depannya pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik,” pungkasnya. (*)








