Pameran Batu Akik di Rogojampi: Merawat Tradisi, Menyingkap Khasiat Batu Aji

  • Whatsapp
Foto: Pameran batu aji di RTH Rogojampi. (Doc, Istimewa)

BANYUWANGI,Beritalima.com – RTH Rogojampi diwilayah Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi mendadak ramai dipadati para pecinta batu aji dan batu mulia. Berbagai jenis batu akik dan batu mulia dipamerkan dalam sebuah ajang yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menghadirkan kisah panjang tentang budaya dan kepercayaan yang melekat pada setiap batu.

Batu akik, yang juga dikenal sebagai batu aji, sejatinya sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun silam. Dahulu, batu akik kerap dikenakan oleh para bangsawan, pendekar, hingga spiritualis, karena dipercaya menyimpan energi alam dan membawa tuah bagi pemiliknya. Seiring perkembangan zaman, batu akik juga menjadi aksesoris seni dan koleksi berharga dengan nilai estetika tinggi.

Bacaan Lainnya

Di RTH Rogojampi, para pengunjung bisa menjumpai beragam jenis batu akik yang dipamerkan, mulai dari batu pancawarna, akik combong, bacan, kecubung, hingga solar dan virus. Setiap jenis memiliki keindahan tersendiri sekaligus dipercaya menyimpan khasiat yang berbeda.

Perwakilan panitia pameran, Rohman, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya transaksi jual beli, melainkan sarana untuk merawat tradisi sekaligus mengenalkan generasi muda pada warisan budaya batu akik.

“Batu akik bukan hanya indah dipandang, tetapi juga dipercaya punya khasiat tertentu. Misalnya batu kecubung diyakini bisa memberikan ketenangan batin, batu bacan dipercaya membawa kewibawaan, sementara batu pancawarna kerap dianggap simbol keberuntungan dan keselarasan hidup. Ada juga batu combong yang sering dihubungkan dengan aura pengasihan,” jelas Rohman.

Ia menambahkan, keunikan batu akik Banyuwangi sendiri tak kalah dengan daerah lain. Banyak batu aji yang berasal dari perut bumi Bumi Blambangan, dengan corak dan warna yang khas.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa batu akik bukan tren sesaat, tapi bagian dari warisan budaya. Nilai filosofis dan keindahannya tetap abadi,” imbuhnya.

Pameran ini mendapat sambutan hangat dari para kolektor maupun masyarakat umum. Tak sedikit pengunjung yang datang sekadar melihat, bertukar pengalaman, hingga berburu batu akik idaman. Kehadiran acara ini juga menjadi bukti bahwa meski sempat meredup, pesona batu akik masih terus hidup di tengah masyarakat Banyuwangi. (Ron//B5)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait