Panen Perdana Melon Hidroponik di Poto Tano, Bupati KSB Dorong Petani Tembus Pasar Industri

  • Whatsapp

SUMBAWA BARAT, NTB. Beritalima.com| Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si, melakukan panen perdana demplot melon hidroponik sistem Machida di Balai Benih Induk (BBI) Kecamatan Poto Tano, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan hortikultura berbasis teknologi di Kabupaten Sumbawa Barat, sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian yang berorientasi pasar.

Kepala Dinas Pertanian Sumbawa Barat, Jamilatul, S.Pt., MM.INOV, dalam sambutannya menyampaikan bahwa demplot hidroponik sistem Machida yang dikembangkan saat ini memiliki empat varietas melon, yakni Apolo, Lavender, Sweet Hamy, dan Suny F1.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2025 lokasi BBI telah diarahkan menjadi kawasan edukasi agro wisata industri, yang menggabungkan konsep pertanian dan pariwisata.

“Pengunjung nantinya bisa memetik buah sekaligus berwisata. Ini sudah mulai kami kembangkan, meskipun baru sebagian yang bisa direalisasikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jamilatul mengungkapkan bahwa produksi hortikultura dari kawasan Poto Tano telah mulai menyuplai kebutuhan industri, termasuk perusahaan tambang Amman Mineral. Sejak Juni hingga Februari 2026, tercatat sekitar 25 ton hasil produksi telah terserap.

Selain itu, hasil agro wisata juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan SPPG di Kecamatan Seteluk dan Poto Tano, masing-masing sekitar 4 ton, khususnya untuk komoditas melon dan tomat.

Ke depan, Dinas Pertanian juga merencanakan pembangunan pusat penjualan buah segar di pinggir jalan raya yang dilengkapi fasilitas pendingin, serta pengembangan kawasan agro wisata di dalam area tersebut.

“Potensi pengembangan hortikultura di Sumbawa Barat mencapai sekitar 105 hektare. Namun, yang sudah ditanami baru sekitar 101 hektare dengan produksi yang masih terbatas. Ini menjadi peluang besar untuk terus dikembangkan,” jelasnya.

Ia juga berharap adanya dukungan anggaran melalui APBD Perubahan untuk membantu kebutuhan petani, terutama dalam penyediaan sarana produksi.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian, khususnya hortikultura. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa inovasi tersebut harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Teknologi itu penting, tapi yang lebih utama adalah manfaat ekonominya bagi petani dan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti besarnya peluang pasar lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia mencontohkan kebutuhan buah harian di perusahaan seperti PT ISS yang mencapai 1,3 ton pisang, 200 kg semangka, 300 kg melon, dan 150 kg buah naga per hari, yang selama ini masih dipasok dari luar daerah.

“Ini peluang besar. Pemerintah harus hadir sebagai jembatan antara kebutuhan pasar dan kemampuan petani,” ujarnya.

Ia meminta Dinas Pertanian dan instansi terkait untuk melakukan pendataan yang jelas terhadap kelompok tani hortikultura, mulai dari jumlah anggota, luas lahan, hingga jenis usaha yang dijalankan.

Menurutnya, kelompok tani yang sudah memiliki pasar jelas harus terus didukung, sementara yang belum memiliki kepastian pemasaran perlu diarahkan agar dapat memenuhi kebutuhan industri, termasuk untuk suplai ke PT Amman Mineral.

“Saya yakin semangat petani sudah ada. Tinggal bagaimana kita arahkan agar targetnya jelas dan hasilnya maksimal,” pungkasnya.(Rozak)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait