Pasar Hewan Ajung Ditutup, Tuai Protes Dari Pedagang

  • Whatsapp
Pertugas memberikan sosialisasi ke para pedagang di Pasar Hewan Ajung (beritalima.com/sugik)
Pertugas memberikan sosialisasi ke para pedagang di Pasar Hewan Ajung (beritalima.com/sugik)

JEMBER, beritalima.com | Pasar hewan yang terletak di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, sementara ditutup, menuai protes dari para pedagang.

Penutupan itu dilakukan, dengan memasang spanduk pemberitahuan diarea masuk pasar hewan oleh petugas, Sabtu (23/7/2022).

Bacaan Lainnya

Kendati begitu, penutupan yang bersifat sementara itu menuai protes dari pedagang sapi, salah satunya disampaikan Suliyanto asal Desa Klompangan.

Menurutnya, penutupan yang dilakukan oleh petugas pasar, didampingi dari anggota Polsek dan Koramil setempat dinilai sudah telat.

“Ini telat, soalnya sekarang di Lumajang sudah buka (Pasar  hewan) dan sudah buka semua. Kenapa kok baru-baru ini (Jember) baru ditutup. Waktu masih parah tidak ditutup, kan pedagang keberatan,” katanya.

Suliyanto mengaku, saat ini dirinya membawa tiga ekor sapi ke pasar. Namun dengan adanya penutupan sementara, perputaran ekonominya menjadi macet.

“Lah ini kan macet uang. Mau bayar bank pakai apa, kalau sapinya tidak dijual. Terus anak cucu kita mau dikasi makan apa. Sekolah sudah biaya, termasuk kuliah anak dari teman-teman pedagang,” geramnya.

Hal yang sama juga dialami Samsul, salah satu pedagang asal Garahan. Dia juga bertanya, kenapa pemerintah menutup pasar hewan, bukan malah memberi solusi  pengobatan atau vaksin ternak.

“Kalau vaksin ternak, itu baru benar. Karena penyakit ini bukan hanya sebatas Jember saja, tetapi semua daerah. Jadi ini telat menutup,” tegasnya.

Sedangkan, Sugeng selaku Petugas Pasar Hewan Ajung hanya menjalankan tugas dari pimpinannya, sesuai Surat Keputusan Bupati Jember H. Hendy Siswanto Nomor 188.45/345/1.12/2022 tentang penutupan pasar hewan sementara.

“Semua pedagang merasa kaget karena penutupan ini, lalu saya koordinasi dengan pedagang, mereka meminta waktu sampai pukul 10.00 WIB,” ucapnya.

Sugeng tidak tahu pasti penutupan itu sampai kapan, namun saat ini perintahnya masih penutupan sementara.

“Kalau memang nanti seminggu, dua minggu sudah normal, pasti akan dibuka kembali,” tuturnya.

Sedangkan untuk pedagang sapi di Pasar Hewan Ajung, berasal dari wilayah Jember saja dan juga ada yang dari luar kota, seperti Banyuwangi dan Lumajang.

“Penutupan ini untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Mungkin di Jember ini, penularannya agak terlambat,” jelasnya. (Sug)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait