Pasha Ungu Naik Pitam, Serang Program Kementerian PPPA

  • Whatsapp
Anggota DPR Pasha Ungu serang Wakil Menteri PPPA Veronica Tan soal kinerja kementerian (foto: istimewa)

Jakarta beritalima.com|- Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu naik pitam saat rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Pasha dari Fraksi PAN yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI, terlibat adu argumen terbuka dengan Wakil Menteri (Wamen) PPPA, Veronica Tan, karena menilai program Kementerian ini belum sesuai dengan tugasnya.

Saat Veronica memaparkan kinerja dan program Kementerian PPPAnya, dinilai Pasha tidak menyentuh substansi pemberdayaan perempuan. Pasha bahkan beberapa kali melakukan interupsi, mempertanyakan arah kebijakan kementerian yang menurutnya lebih dominan membahas perlindungan dan penanganan kasus, ketimbang strategi pemberdayaan yang konkret.

“Yang saya dengar ini lebih banyak soal penanganan kasus dan advokasi. Lalu di mana letak pemberdayaan perempuannya?” kritik Pasha dengan nada tegas di hadapan forum rapat.

Menurut Pasha, paparan Wamen PPPA justru menimbulkan kebingungan karena dinilai tumpang tindih dengan tugas lembaga lain, seperti Komnas Perempuan. Ia menekankan, kementerian seharusnya memiliki peta jalan yang jelas terkait peningkatan kapasitas ekonomi, sosial, dan kemandirian perempuan, bukan sekadar menjadi “pemadam kebakaran” kasus kekerasan.

Menanggapi kritik tersebut, Veronica Tan menyatakan pendekatan Kementerian PPPA bersifat lintas sektor dan tidak bisa dilihat secara sempit. Ia menuturkan perlindungan dan pemberdayaan adalah dua hal yang saling berkaitan, dan tidak bisa dipisahkan.

“Perlindungan adalah pintu masuk. Tanpa rasa aman, pemberdayaan tidak akan berjalan,” jawab Veronica, yang kemudian kembali dipotong interupsi Pasha.

Adu argumen ini sontak menyedot perhatian peserta rapat dan publik, terutama setelah potongan videonya beredar luas di media sosial. Sebagian publik menilai Pasha sedang menjalankan fungsi pengawasan DPR secara tegas, sementara sebagian lain menganggap perdebatan tersebut mencerminkan lemahnya komunikasi dan kejelasan arah kebijakan Kementerian PPPA.

Suasana rapat pun praktis seperti lebih banyak perdebatan dua figur ini, antara wakil eksekutif dan legislatif. Ini menjadi tontonan menarik mengingat persoalan yang diperdebatkan memang menyangkut hal penting, yakni peran perempuan dan anak secara nasional.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait