Jakarta, beritalima.com|- Kasus kematian pasangan suami isteri (pasutri) yang berakibat Ermanto Usman (65) tewas dan isterinya kritis di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, memicu sorotan dari DPR. Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mendesak aparat kepolisian melakukan investigasi menyeluruh dan tidak berhenti pada pelaku lapangan.
Rieke menilai ada sejumlah kejanggalan dalam peristiwa yang terjadi pada 2 Maret lalu. Karena itu, ia meminta penyidik menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik kematian korban.
Pernyataan tersebut disampaikan Rieke usai menyambangi rumah duka di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat (4/3). Ia menegaskan, penyelidikan harus dilakukan secara lebih luas dan tajam agar seluruh fakta dapat terungkap.
“Perlu ada kajian dan investigasi yang lebih luas dan tajam dari pihak kepolisian. Kami berharap penegakan hukum segera diambil, tentu saja bukan hanya eksekutor lapangan, tapi juga otak di balik indikasi pembunuhan ini,” kata Rieke.
Menurutnya, tragedi yang menewaskan Ermanto tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Ia mengingatkan aparat agar tidak terburu-buru menyimpulkan motif sebelum penyelidikan selesai dilakukan.
Rieke soroti dugaan narasi perampokan beredar di masyarakat. Ia menilai indikasi tersebut perlu diuji lebih jauh karena tidak ditemukan barang berharga yang hilang dari rumah korban. “Indikasi kuat ini bukan pencurian. Tidak ada barang yang hilang. Jangan memframing ini perampokan, karena tidak ada barang yang hilang kecuali kunci mobil, dompet, dan handphone,” singgung Rieke..
Sebagai anggota Komisi XIII DPR yang membidangi hukum dan hak asasi manusia, Rieke menilai pengungkapan kasus ini penting tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak perempuan korban yang tinggal serumah.
Sang anak mulai curiga ketika alarm sahur berbunyi namun ayahnya tidak membangunkannya seperti biasanya. Ia kemudian turun untuk memeriksa kondisi rumah. Saat mencoba membuka pintu kamar orang tuanya, pintu tersebut diduga telah dirusak sehingga tidak dapat dibuka. Bersama anggota keluarga lain, mereka kemudian membuka jendela secara paksa.
“Yang menemukan terlebih dahulu adalah anak perempuannya yang tinggal di situ,” ucap Andi. Setelah berhasil masuk, keluarga menemukan kedua korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamar. Ermanto ditemukan meninggal dunia, sementara istrinya dalam kondisi kritis.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul dorongan dari DPR agar penyidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya dalang di balik kematian Ermanto Usman.
Jurnalis: rendy/abri








