Depok,beritalima.com
Proyek Pekerjaan Prasarana Lingkungan di Jl. Camar 1, RW 10, Kelurahan Depok Jaya Kecamatan Pancoran Mas yang menelan anggaran Sebesar Rp 282.641.000. dan bersumber dari APBD Kota Depok itu di duga mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar khususnya di dunia pendidikan pasalnya proyek pengecoran tersebut di lakukan persis di pintu masuk Sekolah Taman Kanak-kanak yang berakibat anak-anak tersebut tidak dapat masuk ke ruang kelas di karenakan coran masih basah.
Berdasarkan informasi yang di himpun awak media pengecoran jalan tersebut di lakukan subuh dinihari sehingga akses untuk jalan untuk masyarakat dan akses untuk sekolah tidak dapat di lalui di sebabkan karena coran masih basah.
Hasto salah satu orang tua siswa mengeluhkan karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan kepada orang tua murid kalau sedang ada pekerjaan pengecoran jalan, hal ini tentu sangat merugikan bagi sebagian orang tua murid sehingga sebagian dari mereka terpaksa harus kembali lagi ke rumah.
“Harusnya kan ada koordinasi dulu atau paling tidak ada pemberitahuan kalau akan ada pekerjaan kalau beginikan kita rugi waktu dan anak harus pulang ,jangan mau menang-menangnya sendiri mentang-mentang proyek Pemerintah,” jelasnya dengan nada marah, Selasa (07/11).
Senada dengan Hasto Lesmana juga mengungkapkan kekecewaannya karena seharusnya proyek pengecoran bisa di lakukan pada saat libur sekolah sehingga tidak menganggu jam pelajaran.
“Waduh, Kenapa kok Pekerjaan pengecoran Jalan ini tidak pas hari libur Sekolah, kan kasihan anak anak yang mau bersekolah, mereka jadi terganggu, sudah itu tidak ada pemberitahuan dari pihak pelaksana ataupun Dinas terkait” ujar Lesmana orang tua siswa.
KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Jorghi meminta maaf kepada masyarakat sekitar karena akibat dari pekerjaan perbaikan jalan lingkungan sebagian masyarakat terganggu.
“Bukannya ini program pelayanan masyarakat untuk perbaiki jalan yang rusak, memang untuk sementara susah,Bila dianggap menganggu maka kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman selama proses pengerjaan fisik jalan,” kata manto
Menjawab keluhan masyakat yang meminta pekerjaan di lakukan di hari libur pihaknya mengatakan bahwa pekerjaan ini sudah di terjadwal jauh hari sebelumnya sehingga apa bila di rubah maka akan menggangu pekerjaan lainnya.
“Ini sdh terjadwal, mengingat permintaan molen cukup banyak, selain kebutuhan wilayah depok juga wilayah sekitar depok dan bogor, tanggerang, bila ditunda maka mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan,” tandasnya.
Dari Pemantauan Dilokasi Pekerjaan Pengecoran Jalan Camar, mamang benar ada Sekolah Taman Kanak Kanak Indria, dan Siswa dari Sekolah tersebut, datang dari wilayah sekitar Beji dan panmas, harapan kedepannya, supaya kiranya para pelaksana proyek dapat memikirkan Pelaksaanaan pengecoran jalan pada hari libur, jika dilokasi Proyek ada Sekolah. karena dampaknya sangat terasa untuk masa depan para siswa yang sedang menuntut ilmu untuk masa depan.(Yopi)