Aceh Tamiang, beritalima.com|- Pemerintah memastikan pemulihan pascabencana di Sumatera berjalan terintegrasi. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung wilayah terdampak termasuk di Aceh Tamiang bersama sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih (30/1).
Wapres Gibran hadir bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi. Saat bersamaan disalurkan bantuan terintegrasi dari hasil donasi konser amal 100 Musisi Heal Sumatera bagi korban banjir dan longsor.
“Bantuan hasil donasi ini menjadi simbol kekuatan ekonomi kreatif dalam menghadirkan empati, gotong royong, serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar pemulihan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi Aceh Tamiang,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky di sela peninjauan di Aceh Tamiang.
Peninjauan ini menjadi bagian dari penguatan komitmen pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak bencana. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas sosial ekonomi masyarakat, fungsi pemerintahan, serta layanan publik terpadu setelah bencana yang terjadi dua bulan lalu.
Riefky menekankan, kondisi Aceh Tamiang perlu dimonitor secara berkelanjutan mengingat sejumlah pusat pemerintahan dan fasilitas publik mengalami kerusakan. Oleh karena itu, proses pemulihan harus dilakukan secara optimal. Ia juga menegaskan pentingnya mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat agar warga tidak hanya bertahan di tenda pengungsian, tetapi mulai produktif dari hunian sementara (huntara).
“Kementerian Ekraf berkomitmen melalui Program Ekraf Peduli untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui penguatan produktivitas pegiat ekraf lokal terdampak. Kami juga mengapresiasi para musisi, komunitas kreatif, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam gerakan ‘100 Musisi Heal Sumatera’ sebagai wujud solidaritas bagi masyarakat,” tambahnya.
Kementerian Ekraf tergabung dalam Satuan Tugas Pascabencana pada bidang Pemulihan Ekonomi bersama Kementerian UMKM. Sebelumnya, Kementerian Ekraf telah memfasilitasi dua konser musik bersama 100 musisi, ILUNI UI, dan lembaga terkait pada 7 Desember 2025 di Bintaro dan 16 Desember 2025 di Kemang.
Melalui Program Ekraf Peduli, bantuan makanan dan pakaian telah disalurkan ke tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumut dan Sumbar. Selain itu, Kementerian Ekraf merancang program pemulihan enam bulan ke depan, antara lain Sinema Rakyat dan Board Game, workshop konten digital (storytelling progres rehabilitasi dan rekonstruksi), serta literasi bisnis termasuk relaksasi pembiayaan dan KUR.
Sejumlah lokasidikunjungi, seperti SMP Negeri 1 Karang Baru, RSUD Muda Sedia, Posko Pengungsian Kecamatan Karang Baru, serta Hunian Sementara Modular di Aceh Tamiang. Bantuan yang disalurkan berbagai pihak mencakup beras, peralatan sekolah, obat-obatan, serta dukungan tenaga relawan kesehatan dan kebersihan sebagai bentuk kepedulian bagi masyarakat terdampak.
“Mas Wapres akan mengkoordinasikan proses pemulihan secara maksimal. Mas Wapres juga akan lakukan percepatan pengadaan meja, kursi, dan papan tulis di sekolah kami agar 665 siswa yang terdampak banjir dapat belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Edy Wahyudi selaku Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru.
Jurnalis: abri/rendy








