Pemkab Bondowoso Bertekad Turunkan Angka Stunting

  • Whatsapp
Penandatanganan komitmen bersama oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat untuk menurunkan stunting (Rois beritalima.com)

BONDOWOSO, beritalima.com – Pemkab Bondowoso terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di wilayah Bondowoso. Salah satunya melaksanakan rembuk dengan segala stakeholder agar kedepannya stunting di Bondowoso terus menurun.

Diskusi kali ini melibatkan langsung tenaga kesehatan, baik dinkes, rumah sakit, serta melibatkan camat dan kepala desa di Bondowoso.

Bacaan Lainnya

Data berdasarkan bulan timbang Per Agustus Tahun 2019. Angka stunting Balita Kabupaten Bondowoso mencapai 14,59 persen. Sementara berdasarkan Riskesda (Riset Kesehatan Daerah) 2018 Jawa Timur. Stunting di Bondowoso mencapai 38,3 persen.

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, menekankan agar desa yang jadi Lokus stunting 2020, mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk penanganan kasus tersebut. Ada 19 desa tersebar di 9 kecamatan jadi lokus stunting tahun ini.

Sementara untuk memastikan dianggarkan di DD, yakni dengan cara optimalisasi peran camat dengan asistensi di APBDes.

“Sudah saya katakan ke asisten supaya dibuatkan regulasinya, ada keputusan bupatinya di desa terdampak stunting untuk mengalokasikan dari dana desanya,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini bagus, tapi jangan hanya seremonial, hanya menyerap anggaran. Tapi harus ada gerakan

“Stunting di Bondowoso cukup tinggi dengan mencapai 30 persen lebih. Prevalensinya seperti itu. 2019 sudah melakukan aksi,” paparnya.

Menurutnya, stunting bukan hanya tugas Dinkes. Maka juga perlu ada peran desa, bagaimana nanti juga di APBDesnya dianggarkan, serta peran camat dalam optimalisasi.

“Peran PUPR. Stunting bukan hanya asupan gizi tapi juga Infrastruktur. Penting mendukung 1000 hari kehidupan,” terangnya.

Ke depan, pihaknya meminta instansi terkait untuk mengatur strategi berapa persen yang akan ditetapkan di 2020. “Kita sudah turun 3 persenan. Kita juga harus punya target. Berapa anggaran yang dibutuhkan,” pungkasnya. (*/Rois)

beritalima.com

Pos terkait