Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif. Sementara itu, pembukaan GPM dilakukan secara daring oleh Andi Amran Sulaiman.
Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha pangan tidak diperbolehkan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton. Jumlah ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Februari. Pemerintah juga telah menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram serta 700 ribu ton minyak goreng dengan harga maksimal Rp15.700 per liter.
Penindakan tegas akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran, sesuai instruksi langsung Presiden.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan komitmen daerah dalam mengawal stabilitas harga pangan.
“Kami ingin memastikan masyarakat Gresik menjalani puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang.
Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Dalam GPM di Gresik, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar. Beras SPHP sebanyak 2,5 ton dilepas dengan harga Rp11.000 per kilogram, sedangkan beras premium 500 kilogram dijual Rp14.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tersedia 360 liter dengan harga Rp15.000 per liter.
Selain itu, gula pasir premium sebanyak 80 kilogram dijual Rp16.000 per kilogram dan gula pasir PG Kremboong sebanyak 450 kilogram dijual Rp15.000 per kilogram. Untuk komoditas hortikultura, bawang merah 100 kilogram dijual Rp15.000 per 500 gram, bawang putih kating 100 kilogram Rp13.000 per 500 gram.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Siti, warga Kecamatan Kebomas, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia mengantre untuk membeli beras dan minyak goreng.
Selain memastikan keterjangkauan harga, kegiatan ini juga menghadirkan mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan. Fasilitas tersebut memungkinkan pemeriksaan kandungan bahan pangan dilakukan langsung di lokasi, guna menjamin produk yang dijual aman dan layak konsumsi.
Jurnalis: Moh Khoiron








