Pemkab Madiun Gelar Sosialisasi Penilaian Kinerja ASN

MADIUN, beritalima.com- Guna memberikan pengetahuan dan pemahaman aparatur sipil negara (ASN) dalam penyusunan perencanaan kinerja dalam bentuk sasaran kinerja pegawai dan penilaian kinerja sesuai dengan mekanisme yang berlaku, Pemkab Madiun, Jawa Timur, melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melaksanakan sosialisasi penilaian kinerja ASN, Rabu 19 Pebruari 2020.

Kegiatan dengan narasumber, Direktur Kinerja ASN Badan Kepegawaian Negara Pusat, Neny Rochyani beserta Asisten Narasumber, Irdian Nova Alexcandra, diikuti 122 orang yang terdiri dari sekretaris dan pejabat pengelola kepegawaian pada perangkat daerah.
.
Wakil Bupati, H. Hari Wuryanto, dalam sambutannya mengatakan, ASN merupakan unsur aparatur negara yang bertugas memberikan pelayanan terbaik, adil dan merata kepada masyarakat.

“Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan nasional, diperlukan ASN yang profesional dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas serta penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah,” kata H. Hari Wuryanto.

Salah satu tujuan pemerintah membentuk UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), lanjutnya, untuk mewujudkan ASN yang profesional, kompeten dan kompetitif sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

Untuk itu, Wakil Bupati menekankan kepada peserta sosialisasi agar mampu memberikan penilaian yang obyektif terhadap ASN yang dinilai dengan parameter dan indikator yang jelas.

“Jadi njenengan (peserta sosialisasi) dalam memberi penilaian harus bisa menjaga obyektifitas, jangan didasari rasa senang atau tidak senang. Kalau ada ASN selama ini baik kepada njenengan, tapi mereka sering terlambat ke kantor, ya harus obyektif dalam memberi penilaian,” pesannya.

Dengan begitu, tambahnya, nilai kinerja ASN di Pemkab. Madiun akan naik menuju nilai sempurna sesuai slogan pemerintah “ASN Unggul, Negara Maju”.

“Begitu juga kalau ASN di Kabupaten Madiun unggul, maka Kabupaten Madiun akan maju,”pungkasnya. (Dibyo).

H. Hari Wuryanto (atas kiri).