Pemkab Malang Pastikan Jalan Gondanglegi Balekambang Rampung Desember 2026 Tanpa Perpanjangan

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma.

Kabupaten Malang, beritalimacom | Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan pembangunan ruas jalan Gondanglegi–Balekambang akan rampung total pada Desember 2026, tanpa ada perpanjangan waktu. Proyek infrastruktur strategis tersebut kini dikebut melalui dua paket pekerjaan yang berjalan secara bersamaan sejak awal tahun,.

“Proyek ini dibagi menjadi Lot A dan Lot B guna mempercepat penyelesaian serta memastikan kualitas konstruksi tetap sesuai standar teknis jalan kabupaten,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma kepada awak media.

Oong sapaan akrab Kadis PUBM, menegaskan bahwa untuk  Lot A mencakup pembangunan ruas Gondanglegi–Wonokerto, sedangkan Lot B menghubungkan Wonokerto hingga kawasan wisata Pantai Balekambang, yang selama ini menjadi salah satu jalur dengan tingkat mobilitas tinggi, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan.

“Pekerjaan saat ini sudah masuk tahap pemantapan struktur badan jalan, termasuk penyelesaian elemen keselamatan lalu lintas. Seluruh pekerjaan fisik kami targetkan selesai pada Desember 2026,” kata Khairul.

Selain pekerjaan utama jalan, Pemkab Malang juga memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang 31 kilometer di sepanjang koridor Gondanglegi–Balekambang. PJU tersebut difokuskan pada titik rawan kecelakaan, tanjakan, dan ruas minim penerangan.

“PJU ini bukan sekadar pelengkap. Ini bagian dari standar jalan kabupaten modern untuk menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari,” tegasnya.

Keberadaan jalan yang layak dan penerangan memadai diharapkan mampu memangkas waktu tempuh menuju Balekambang, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Malang. Dengan rampungnya proyek ini, Pemkab Malang menargetkan jalur Gondanglegi–Balekambang menjadi akses utama yang lebih aman, representatif, dan mendukung pengembangan kawasan wisata pesisir selatan secara berkelanjutan.

“Penyelesaian jalan Gondanglegi-Balekambang bukan sekadar proyek lokal, tetapi bagian dari strategi besar konektivitas Jawa Timur, ” tegasnya.

Selama ini JLS sudah dibangun dengan investasi besar, namun lalu lintas harian rata-rata (LHR) masih rendah karena belum terhubung optimal dengan pusat-pusat ekonomi utama.

“Kami berharap ketika jalan Balekambang–Gondanglegi tuntas dan tersambung dengan rencana tol Surabaya-Malang-Kepanjen, JLS akan hidup seperti Pantura. Perdagangan, pariwisata, dan investasi bisa tumbuh pesat,” jelasnya.

Ia menyebut konektivitas ini selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur, serta rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Malang yang menekankan pembangunan berbasis keterhubungan wilayah.

Dengan skema ini, diharapkan wisatawan dari Surabaya atau Kota Malang dapat langsung melaju ke pantai selatan tanpa harus melewati ruas yang padat, sehingga perjalanan lebih cepat dan aman.

 

Min/Red

 

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait