Pemkab Situbondo Gelar Mancing Bareng Bupati Karna

  • Whatsapp
Bupati Situbondo Karna Suswandi saat mending bersama di Wahana wisata Pasir putih. (Bet/beritalima.com)

SITUBONDO, beritalima.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Peternak dan Perikanan (Disnakan) setempat menggelar event Mancing Bareng (Mabar) 2 Bung Karna, Minggu (31/7/2022) pagi. Acara tersebut berlangsung di Wisata Bahari Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.

Dalam sambutannya Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, tujuan dari event Mabar 2 Bung Karna adalah untuk menarik wisatawan nasional dan mancanegara. “Kami terus mempromosikan pariwisata-pariwisata dan potensi yang ada di Kabupaten Situbondo melalui event-event,” ucapnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Santri Pancasila ini mengungkapkan, Mabar Bung Karna akan menjadi event rutin setiap tahunnya. “Kemarin (2021 -red) ada Mabar 1 Bung Karna, tahun depan ada Mabar 3 Bung Karna dan seterusnya,” imbuhnya.

Dengan begitu nantinya pariwisata di Kota Santri Pancasila akan dikenakan oleh wisatawan. “Nah kalau sudah seperti itu maka secara otomatis pendapatan asli daerah (PAD) kita akan meningkatkan drastis,” tegasnya.

Di tempat yang sama Plt Kepala Dinas Peternak dan Perikanan (Disnakan) Situbondo, Kholil, optimis dengan adanya kegiatan mancing bareng ini akan menarik investor untuk berinvestasi di bidang perikanan. “Kami ingin mengenalkan bahwa Kabupaten Situbondo memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Diharapkan para investor nantinya bisa berinvestasi di sini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mantan Kepala DLH Situbondo ini mengungkapkan, Mabar 2 Bung Karna diikuti oleh 180 orang yang terbagi dalam 45 tim. 40 orang dari Situbondo, 140 orang dari luar Situbondo.

“Semua merupakan pemancing profesional tingkat regional maupun nasional. Kita ingin mereka ini bisa mempromosikan Kabupaten Situbondo di tingkat nasional. Penilaian lomba nanti dilihat yang paling berat hasil memancingnya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Situbondo mengajak masyarakat dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kota Santri Pancasila. Sebab keberadaannya jelas merugikan negara, karena tidak ada pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari DBHCHT.

Sekedar informasi DBHCHT Pemkab Situbondo tahun 2022 sebesar Rp55.748.515.000. Yang dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang -red), pembangunan jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal. (ADV/Bet)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait