Jakarta, beritalima.com|- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan layanan ramah disabilitas, dengan menghadirkan 32 angkutan bus sekolah khusus. Upaya ini menunjukan komitmen Jakarta sebagai kota inklusif. Bus sekolah tersebut memiliki berbagai fasilitas untuk melayani siswa disabilitas, seperti lift chair dan kursi roda yang pengoperasiannya akan dibantu oleh petugas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan (21/1), ”pendidikan adalah hak setiap anak bangsa dan dalam hal ini pemerintah berkewajiban untuk memfasilitasi, memberikan kemudahan bagi anak-anak kita untuk bisa meraih mimpinya, meraih keinginannya.”
Pramono memuji kreatifitas dan sinergi Dinas Perhubungan (Dishub), guru, pihak sekolah menyiapkan fasilitas ini. Ia berharap langkah ini mempertegas posisi Jakarta sebagai kota ramah disabilitas, yang sebelumnya juga telah menginisiasi program lain seperti job fair khusus disabilitas.
“Mudah-mudahan armada bus ini akan memberikan kemudahan bagi anak-anakku sekalian yang akan berangkat pulang sekolah dan beraktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan sekolahnya,” ujar Pramono.
Pemprov DKI menambah 32 unit bus baru yang dirancang khusus untuk aksesibilitas penyandang disabilitas, terdiri dari 13 unit mikro bus dan 19 unit bus medium. Selain itu, terdapat lima rute baru untuk melengkapi rute-rute yang sudah ada sebelumnya. Secara keseluruhan, bus sekolah ini layani 10 rute, mampu mengangkut sekitar 41 ribu pelajar tiap hari, mulai dari SD hingga SMA/sederajat.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyampaikan, pengembangan layanan ini merupakan mandat dari Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2022. Unit Pengelola Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan telah beroperasi sejak 2007 dan mengelola sebanyak 230 unit armada, yang terdiri dari 200 bus medium dan 30 bus mikro dengan cakupan 50 rute layanan. Terdiri dari 32 rute reguler dan 18 rute zonasi yang tersebar di lima wilayah Jakarta, serta beroperasi mulai pukul 04.30 sampai dengan pukul 19.00 WIB.
“Rata-rata melayani 41 ribu pelajar per hari mulai dari jenjang SD, SMP, sampai dengan SMA atau sederajat,” terang. Syafrin.
Untuk memperkuat layanan tersebut, Pemprov DKI menambah 32 unit bus sekolah ramah disabilitas. Penambahan layanan transportasi publik yang inklusif ini untuk memperkuat penambahan lima rute baru yang telah diujicobakan secara operasional guna menjangkau lima sekolah luar biasa tambahan di Jakarta.
Lima rute baru tersebut, yakni terdiri dari rute Yayasan Pendidikan Anak Cacat ke Ciledug, rute Rusun Rawa Bebek-Rorotan, rute BNN Cawang-Cipinang via Jatinegara, rute Kampung Rambutan-Lebak Bulus, dan rute Permata Hijau-Lebak Bulus, yang telah beroperasi di awal 2026 ini.
Jurnalis: abri/rendy/bj








