GRESIK, beritalima.com—Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik menyatakan hilal tidak terlihat dalam pemantauan awal Ramadan 1447 Hijriah yang digelar bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Selasa sore (17/02/2026).
Ketua LFNU Gresik, Muchyiddin Hasan mengatakan, hilal tidak terlihat karena secara astronomis posisinya masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.
“Tim kami sebelumnya sudah melakukan hisab, kemudian sore ini melakukan rukyatul hilal, tetapi hilal memang tidak terlihat karena posisinya masih minus,” ujar Muchyiddin Hasan.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil hisab kontemporer metode Al-Durru Al-Anieq, matahari terbenam di Bukit Condrodipo pada pukul 17:54:23 WIB. Saat itu, ketinggian hilal (irtifak mar’i) berada pada posisi -2 derajat 8 menit 8 detik dengan elongasi 1 derajat 12 menit 38 detik.
Menurutnya, data tersebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).
“Berdasarkan kriteria IRNU, tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk dan umur hilal yang tercatat minus 1 jam 7 menit 39 detik, maka hilal mustahil untuk dapat terlihat saat dirukyat,” jelasnya.
Hasil pemantauan ini selanjutnya akan diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat bersama Kementerian Agama Republik Indonesia.
Terkait penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah, LFNU Gresik mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi (ikhbar) dari PBNU dan pengumuman Menteri Agama RI selaku pimpinan sidang isbat.
“Kami di sini adalah pelaksana yang melakukan pemantauan dan melaporkan hasil secara saintifik. Untuk keputusan akhirnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Menteri Agama,” tambahnya.
Kegiatan rukyatul hilal di Gresik tersebut turut dihadiri Bupati Gresik, Wakil Ketua PCNU Gresik, Plt Kepala Kantor Kemenag Gresik, Pengadilan Agama Gresik, serta unsur Forkopimcam Kebomas. (Moh Khoiron).








