Jakarta | beritalima.com – Pengelolaan lingkungan menjadi faktor ekonomi penting, namun sebelumnya dikatakan Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Yulia Suryanti. Lingkungan hidup selalu dianggap aebagai penghambat pembangunan.
“Sebetulnya tidak, kita bisa memasukan isyu lingkungan hidup ke dalam pembangunan ekonomi karena kalau bicara soal isyu global, persaingan di dunia global baik persaingan bisnis maupun persaingan politik,” tandas Yulia Suryanti, saat paparan lingkungan yang dikemas dalam kolaborasi kehumasan, di Ballroom 3, Hotel Pullman, Jalan Thamrin Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya semakin mengerucut dan ujung-ujungnya ada di dalam isu lingkungan hidup namun yang membuat menjadi ramai sebetulnya tandas Yulia Suryanti, bagaimana melihat isyu lingkungan hidup sebagai bagian dari solusi dan bukan dari permasalahan.
“Kami dari lingkungan hidup akan menekankan terus bahwa faktor ekonomi tidak akan terlepas dari lingkungan hidup. Sedangkan sumber daya alam yang kita gunakan untuk pembangunan ekonomi lalu balik lagi karena harus ada kaitannya dengan aspek pembangunan hidup,” jelas Karo Humas.
Hal itu menurutnya mengarah pada perapektif yang berbeda sehingga menyebabkan lingkungan hidup akan menjadi leverage penting pada saat akan menjadi ketergantungan dengan ekonomi, risiko sistemik, posisi Indonesia, dan ancaman krisis,” tandasnya.
“Kalau kita bicara soal perubahan hidup global, posisi Indonesia itu mau seperti apa? Dan tentu saja kalau kita lihat akhir-akhir ini krisis-krisis bencana, bencana terkait hidrometeorologis maupun juga bencana alam lainnya. Itu tidak akan lepas dari isu lingkungan hidup.
Jadi di sini kita melihat bahwa pengolahan lingkungan itu menjadi bagian dari instrumen ekonomi,” jelasnya.
Ditambahkan Yulia Suryanti, ada beberapa kajian baik secara global maupun secara nasional, itu kita identifikasi atau kita bicara soal transisi positif lingkungan di tahun 2030.
“itu kita akan bicara soal pangan, lahan dan laut. Kemudian infrastruktur dan lingkungan yang terbangun, kemudian juga energi dan ekstraktif,” pungkas Karo Humas KLH/BPLH.
Jurnalis: Dedy Mulyadi








