Jakarta | beritalima.com – Ini salah satu cara mendisiminasi keputusan para pimpinan dan respon cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh Kabupaten/Kota atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan penanganan pengelolaan sampah menjadi energi yang terbarukan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq usai rapat intern dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di kantor KLH di Plaza Kuningan Jakarta, menyatakan bahwa melalui Perpres No.109/2025 telah menggariskan bahwa aglomerasi kota-kota yang timbunan sampahnya melebih seribu ton per hari diselesaikan melalui pendekatan teknologi waste to energy.
“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan penanda tanganan yang dipimpin langsung oleh Bapak Gubernur Jawa Barat yang diikuti dan ditandatangani 8 Bupati/Walikota se-Jawa Barat yang terbagi atas 2 aglomerasi, yaitu aglomerasi Bandung Raya dan aglomerasi Bogor Depok,” jelas Menteri Hanif, Selasa (7/4/2026).
Lanjut Menteri,benar benar mendapat perhatian serius dari Presiden RI bahkan tidak tanggung telah mengeluarkan Perpres 109 tahun 2025 tentang pengelolaan sampah menjadi energi liatrik. Sambung Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa dengan menghabiskan anggaran yang sangat banyak baik untuk studi ke Jepang, China maupun Jerman dilakukan berulang ulang oleh birokrasi.
“Kajian-kajian dilakukan secara terus-menerus dan itu semuanya berbiaya. Kemudian rapat-rapat tidak pernah berakhir. Dan akhirnya kita menemukan pada satu pokok pikiran dan gagasan bahwa untuk wilayah Bandung Raya, yang dulu usulan ketika pertemuan di Danantara itu usulan lampiran yang saya buat sendiri ketika rapat,” jelasnya.
Masih diungkapkan Dedi Mulyadi, tempat yang ideal untuk mengelola sampah menjadi energi listrik dan semuanya sudah bersepakat nanti akan dikelola oleh danantara.
“Kedepannya tugas kita itu di Kabupaten/Kota akan memiliki implikasi terhadap pembiayaan selama ini pembiayaan sampah itu di angkut kemudian ada lembaganya kepala dinasnya kepala bidangnya tenaga fungsional biaya BBM nya tiap hari itu sangat mahal,” tuturnya.
Ungkap Dedi Mulyadi yang pertama, adalah petugas kebersihan penyapu, yang kedua transporter yang mengangkut, bahkan bisa di pihak ketiga kan agar lebih efisien.
Sehingga alokasinya terang Gubernur Jabar, bisa digeser untuk kepentingan infrastruktur yang lainnya. Sehingga pada hari ini, sebuah kebahagiaan, saya sebagai Gubernur Jawa Barat dan para Kepala Kabupaten/Kota.
“Kita tiga tahun ke depan memiliki energi sampah yang berubah menjadi energi listrik. Dalam bahasa saya, sampah hilang, listrik pun terakhir,” pungkas Dedi Mulyadi.
Jurnalis: dedy








