Jakarta | beritalima.com – Komitmen menjaga keanekaragaman hayati Indonesia melalui kegiatan penanaman tanaman endemik di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dipimpin langsung Menteri LH /Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menjadi langkah strategis dalam penguatan ruang terbuka hijau, sekaligus bagian dari kampanye meningkatkan kualitas lingkungan hidup di kawasan perkotaan,” Jum’at (28/11/2025).
Sebanyak 257 bibit dari 34 jenis tanaman endemik ditanam sebagai simbol penguatan ketahanan ekologis Indonesia. Yang merupakan spesies asli Nusantara, memiliki peran vital dalam menjaga kualitas udara, ketersediaan air, serta kestabilan ekosistem yang semakin tertekan oleh perubahan iklim dan perkembangan urbanisasi.
Menteri Hanif menekankan, perlindungan terhadap tanaman endemik merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia.
“Tanaman endemik adalah kekuatan ekologis Indonesia. Upaya perlindungan dan penanamannya tidak hanya menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga menjamin masa depan generasi mendatang. Dengan memperkuat ekosistem berbasis keanekaragaman hayati lokal, kita membangun ketahanan lingkungan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan bencana,” tegasnya.
Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi strategis antara KLH/BPLH, PT Pertamina (Persero), Pengelola TMII, serta komunitas peduli lingkungan. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem kemitraan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan dan menjadi contoh peran aktif lintas sektor dalam agenda nasional pemulihan ekologi.
Di lokasi yang sama, Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, mendukung penuh program penanaman tanaman endemik sebagai bagian dari pengelolaan kawasan hijau yang menjadi identitas TMII. Ia menegaskan komitmen TMII dalam menjadikan ruang publik ini sebagai kawasan percontohan penguatan ruang terbuka hijau.
“Kegiatan penanaman seperti ini sudah menjadi kegiatan rutin di TMII. Kami sangat mendukung upaya pelestarian lingkungan. Dengan areal seluas 150 hektare, sekitar 70 persen di antaranya merupakan lahan terbuka hijau. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami mengurangi emisi dan menjaga kualitas lingkungan,” ujar Ratri.
PT. Pertamina (persero) pun terus berperan dalam kegiatan pemulihan lingkungan. Senior Vice President Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina, Ade Gunawan, menyatakan bahwa program penanaman tanaman endemik merupakan wujud kontribusi perusahaan terhadap penguatan ekosistem Indonesia.
“Pertamina akan terus berkomitmen dan mendukung penuh program penanaman pohon endemik untuk penguatan Ekosistem Nusantara. Keberadaan pepohonan hijau tidak hanya memastikan masyarakat dapat menghirup udara bersih, tetapi juga memiliki peran penting dalam mencegah risiko bencana alam seperti banjir dan longsor,” ujarnya.
Jurnalis : Dedy Mulyadi








