Perkuat Kesejahteraan Keluarga, Pemkot Surabaya Luncurkan Kelompok KB Pria di 31 Kecamatan dan Gerakkan UPPKA

  • Whatsapp

Surabaya, beritalima.com | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Royal Plaza, pada Jumat (29/8/2025). Dalam kesempatan ini, Pemkot Surabaya juga melaunching Kelompok Keluarga Berencana (KB) 31 Kecamatan di Kota Pahlawan.

UPPKA dan launching Kelompok KB tersebut, dihadiri oleh Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kantor Wilayah Jawa Timur Maria Ernawati dan Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Sosial Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim (UPNVJT) Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha Hendrati. Selain itu, juga hadir Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya Mia Santi Dewi, hingga Camat Wonokromo Maria Agustin Yuristina.

Dalam kesempatan ini, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Kanwil Jatim, Maria Ernawati mengapresiasi Pemkot Surabaya yang telah membantu Kemendukbangga/BKKBN dalam mengendalikan penduduk. Menurutnya, pemkot telah berhasil mewujudkan hal tersebut di Kota Surabaya.

“Selain itu, Surabaya juga berhasil mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas. Hal itu juga sudah berhasil di Kota Surabaya,” kata Maria.

Maria menyebutkan, keberhasilan itu dapat dibuktikan dengan adanya penurunan stunting yang drastis di Surabaya. Diketahui, stunting di Kota Surabaya pada tahun 2021 sekitar 28,9 persen, pada tahun 2022 mampu ditekan hingga menjadi 4,8 persen, dan terus mengalami penurunan menjadi 1,6 persen di tahun 2023.

“Stuntingnya relatif rendah, stunting ini penting, karena kita harus menjaga generasi kita agar tetap unggul, yang tidak sakit-sakitan, fisiknya bagus, dan kecerdasannya oke. Nah, di Surabaya sudah berhasil,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Maria, adanya Kelompok KB Pria di 31 kecamatan ini juga penting di Surabaya. Dirinya menyebutkan, dengan adanya tersebut para bapak di Surabaya bisa berperan aktif mensosialisasikan dan membahagiakan keluarga di 31 Kecamatan ke depannya.

“KB pria ada dua, yakni ada kondom dan medis operasi pria atau vasektomi, dan ini di Surabaya sudah mulai menggeliat. Ini penting, jadi di dalam keluarga itu ada ibu dan bapak, dan peran ini harus selaras, kalau dulu KB itu dilakukan perempuan, kini juga bisa laki-laki,” terangnya.

Maria menambahkan, jika Kelompok KB berjalan dan penduduk tumbuh seimbang, serta kualitas pertumbuhan anak sudah baik, bisa ditambah dengan pemberdayaan keluarga melalui program UPPKA. “Kita berharap, setelah ada pendampingan UPPKA dari UPN, Dinkopumdag bisa ikut ikut meningkatkan kualitas UPPKA di Surabaya,” imbuhnya.

Dirinya berharap, pemkot juga terus mendorong UPPKA untuk mensejahterakan keluarga di Surabaya. Harapannya, lanjut dia, adanya UPPKA perekonomian warga bisa semakin berdaya dan sejahtera ke depannya. “Harapan besar kami, bahwa Kota Surabaya yang sudah konsisten dan komitmen untuk berperan aktif mendampingi kesejahteraan warganya, agar ekonominya berdaya dan tentu harapannya sejahtera,” harapnya.

Di samping itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin yang mewakili Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menyampaikan, pemkot akan memfasilitasi UPPKA ke depannya. Diantaranya, yakni mempromosikan produk-produk UPPKA di Surabaya Kriya Galeri (SKG) dan memberikan monitoring tiga bulan sekali ke depannya.

“Kita akan bergerak terus untuk meningkatkan pendapatan warga Surabaya, khususnya bagi para akseptor dan bapak-bapak. Terlebih bapak-bapak kan juga bisa menjadi influencer yang luar biasa dan turun langsung mendampingi keluarga agar bapak-bapak di Surabaya mau untuk KB,” kata Anna.

Anna juga berpesan kepada Kepala DP3APPKB Surabaya untuk tidak lupa mengajak bapak-bapak di Kota Pahlawan menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk. “Karena di Surabaya kadang ada yang anaknya tujuh hingga sembilan. Nah, jangan lupa Bu Ida, ini tugasnya bapak-bapak untuk mengajak agar keluarga di Surabaya mau untuk KB ke depannya,” pungkasnya. (Ard)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait