Jakarta — PT Nindya Karya dan PT Maluku Energi Abadi (Perseroda) hari ini resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama , Procurement, and Construction (EPC) dalam rangka mendukung pengembangan proyek strategis nasional Gas Abadi Blok Masela.
Penandatanganan ini menandai langkah penting dalam memperkuat peran daerah, khususnya Maluku, dalam rantai pasok industri migas nasional.
Pantauan media ini, kerja sama mencakup sinergi kompetensi antara kontraktor EPC nasional dan BUMD energi daerah untuk memastikan Proyek Masela memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Maluku, baik dari sisi ekonomi, tenaga kerja, material dan vendor lokal, maupun peningkatan kapasitas industri daerah.
Direktur Utama PT Maluku Energi Abadi (Perseroda) Sam Latuconsina dalam sambutannya menyampaikan MoU ini merupakan bagian dari langkah besar MEA untuk memastikan peran aktif daerah dalam proyek raksasa Gas Abadi Masela sebagaimana diarahkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam setiap kesempatan.
“MEA hadir bukan hanya sebagai pemilik PI 10 persen, tetapi sebagai integrator yang memastikan kontraktor EPC nasional dan lokal dapat bekerja bersama, memaksimalkan potensi TKDN, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku,” ujar Direktur Utama MEA.
Di kesempatan yang sama, Senior Vice President Divisi EPC Nindya Karya Arif Iswadi mengakui, kehadiran Nindya Karya yang menggandeng MEA dalam skema kerja sama EPC agar masyarakat Maluku menjadi penerima manfaat utama.
” Kehadiran Nindya Karya menggandeng MEA merupakan upaya untuk memastikan masyarakat Maluku menjadi penerima manfaat utama dari berjalannya proyek Masela, baik melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal, hingga penguatan industri pendukung di daerah,” sebut Iswandi.
Pencapaian kesepakatan sinergi antara BUMN dan BUMD tersebut dilaksanakan di Gedung Nindya Karya kawasan Cawang Jakarta Timur dan turut dihadiri oleh Izaac Alexander Saimima selaku Komisaris Utama MEA.
Sekedar tahu, Nindya Karya bersama anggota konsorsium lainnya Petrosea Indonesia dan ETI Indonesia telah memenangkan pekerjaan early works proyek Masela dari SKK Migas dan INPEX beberapa waktu lalu. (ulin)








