Jakarta, beritalima.com|- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan cara jitu untuk memberdayakan petani di daerah terdampak bencana tiga provinsi Sumatera (Aceh, Sumut dan Sumbar), dimana tenaganya akan digaji negara.
“Melalui skema ini, petani tidak hanya memulihkan lahan pertanian, tetapi juga memperoleh pendapatan selama proses pemulihan berlangsung,” kata Mentan sebagaimana keterangan di Jakarta (16/1).
Daerah sawah yang rusak di ketiga provini akan diperbaiki dengan melibatkan para petani sebagai pemilik lahan, dan biaya pemulihannya akan didukung penuh oleh negara. “Jadi saudara kita punya pendapatan, sementara benih dibantu gratis, pengolahan tanah, perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat. Ini perintah langsung Bapak Presiden,” ucap Amran.
Metode ini sangat efektif karena dapat memberdayakan masyarakat (petani) untuk kembali pulih dan bersemangat karena kebutuhan hidup sehari-harinya ditanggung negara. Seperti di Aceh terdapat sekitar 10.000 hektare lahan sawah yang direhabilitasi dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai 200.000 hari orang kerja (HOK) yang dibayar secara harian.
“Khusus Aceh, bersamaan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang ringan dan sedang maksimal tiga bulan sudah selesai,” jelas Amran. Pada tahap pemulihan, sambung Amran, total dampak kerusakan lahan sawah akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencapai 98.002 hektare.
Dari total tersebut, kerusakan terluas di Aceh hingga 54.233 hektare (di 21 kabupaten/kota), Sumut 37.318 hektare (15 kabupaten/kota), serta Sumbar 6.451 hektare (14 kabupaten/kota). Untuk kerusakan ringan hingga sedang mencapai 69.240 hektare.
Kementan memprioritaskan rehabilitasi pada lahan dengan kriteria kerusakan ringan dan sedang. Tahap pengerjaan ditargetkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026, dengan target luas rehabilitasi di tiga provinsi mencapai 13.708 hektare.
Pihak Kementan saat dengart pendapat dengan Komisi IV DPR RI (14/1) telah meminta tambahan anggaran Rp5,1 triliun untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak. “Kami memohon dukungan pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI untuk mendukung alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,” ungkap Amran.
Jurnalis: abri/rendy








