GRESIK, beritalima.com—PT Petrokimia Gresik memperkuat kontribusinya terhadap petani hortikultura dengan mendorong peningkatan produktivitas semangka di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur.
Upaya tersebut diwujudkan melalui lomba budidaya bertajuk “Pestani Semangka Tapal Kuda” yang menyasar petani di Jember, Lumajang, dan Banyuwangi.
Program ini digelar sebagai respons atas tingginya permintaan semangka saat Ramadan yang kerap bertepatan dengan musim hujan. Kondisi cuaca ekstrem sering memicu gagal panen dan menurunkan kualitas buah.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan bahwa perusahaan tidak hanya menggelar lomba, tetapi juga memberikan pendampingan intensif sejak tahap tanam hingga panen.
“Selama perlombaan, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada para petani. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan penggunaan pupuk berkualitas, komoditas semangka menjadi lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, sehingga produktivitas petani dapat ditingkatkan di momen Ramadan tahun ini,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, dalam acara Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda di Jember, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026).
Menurut Adit, penilaian lomba didasarkan pada tiga aspek utama, yakni berat buah, tingkat kemanisan (Brix), serta dokumentasi proses budidaya. Seluruh peserta juga memperoleh paket tanam sebagai bentuk dukungan perusahaan.
Selain lomba, Petrokimia Gresik menyiapkan demonstration plot (demplot) sebagai percontohan budidaya dengan metode dan teknologi teruji. Pada demplot di Banyuwangi, tingkat kemanisan semangka mencapai 12 Brix atau di atas standar umum 10 Brix. Masa polinasi juga 2–5 hari lebih cepat, dengan buah lebih padat dan tidak kopong.
Produktivitas pun meningkat signifikan. Hasil panen pada uji demplot di wilayah Tapal Kuda mencapai 63 ton per hektare, naik 34 persen dibandingkan sebelumnya yang sebesar 47 ton per hektare, meski di tengah curah hujan tinggi.
“Para petani Tapal Kuda ini umumnya menjual semangkanya ke daerah penjualan Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung. Sementara untuk semangka ukuran kecil, kisaran berat 2 sampai 3 kilogram dijual ke Bali. Dengan hasil yang maksimal, pendapatan petani di momen Ramadan ini tentu semakin besar lagi,” ujar Adit.
Dalam program demplot tersebut, Petrokimia Gresik menggunakan sejumlah produk, di antaranya Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, dan Phonska Cair.
“Kami berharap keberhasilan demplot ini dapat diduplikasi oleh petani semangka di wilayah Tapal Kuda. Dengan demikian, petani dapat merasakan langsung manfaat produk unggulan Petrokimia Gresik dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Adit.
Sementara itu, Egal, salah satu petani asal Jember yang mengikuti lomba, menyampaikan apresiasinya atas program tersebut.
“Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tapi pendapatan kami juga semakin bertambah. Lebih-lebih permintaan buah semangka di momen Ramadan cukup tinggi. Pestani bagi kami adalah solusi,” ujarnya. (Moh Khoiron)







