Pj Bupati Tulungagung Buka Pencanangan Sub PIN Polio di Desa Tulungrejo

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sudah dinyatakan bebas penyakit Polio sejak tahun 2014 lalu, namun hingga saat ini vaksin polio masih rutin diberikan kepada balita.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Ketua TP-PKK Tulungagung, Sekdakab, Kadinkes dan Kepala Dinas Pendidikan, Forkopimcam Karangrejo serta Kades Se- Kecamatan Karangrejo.

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menyampaikan hal tersebut usai membuka kegiatan pencanangan Sub PIN Polio di kantor Desa Tulungrejo, Ketahanan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Senin (15/01/2024).

“Kabupaten Tulungagung tahun ini mentargetkan sebanyak 114.166 anak akan mendapatkan vaksin polio yakni pada usia dibawah 8 tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan imunisasi polio ini bukan dilakukan di kabupaten Tulungagung saja, melainkan secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur. Hal ini, dikarenakan adanya kasus polio pada anak di kepulauan Madura.

“Maka untuk mencegah penularan polio, di daerah lain juga dilakukan secara serentak di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

“Ini dinamakan Sub PIN Polio, yang artinya siapa saja tanpa melihat riwayat imunisasinya, maka tetap akan mendapatkan imunisasi Polio,” imbuhnya.

Heru berharap, dalam penanganan polio ini diperlukan peran serta semua pihak agar semua anak bisa mendapatkan imunisasi. Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya meminta kepada semua masyarakat agar tidak menolak program imunisasi tersebut.

Selain itu, juga akan menjemput bola dengan melakukan penyisiran pada rumah sasaran.

“Kita akan jemput bola bagi yang tidak bisa hadir agar tetap mendapatkan jatah imunisasi. Meskipun Tulungagung sudah dinyatakan aman, namun kita tidak boleh lengah dan imunisasi harus tetap dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad menerangkan, pelaksanaan Sub PIN Polio serentak ini dilakukan selama dua tahap, yakni tahap pertama untuk dosis satu pada tanggal 15 21 Januari 2024, dan yang tahap dua dilaksanakan pada tanggal 19 – 25 Februari 2024.

Ia memastikan, jika PIN Polio ini merupakan imunisasi yang aman karena potensi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) nya sangat kecil.

“Imunisasi ini aman dan halal, selain itu potensi KIPI nya juga hampir tidak ada. Untuk itu kami berharap semua pihak ikut serta mensukseskan imunisasi ini,” pungkasnya. (Dst).

beritalima.com

Pos terkait