BLITAR, beritalima.com | Sekitar 6 balon udara beserta sejumlah petasan berhasil diamankan tim gabungan dari TNI dan Polri dalam Operasi Grebek Balon Udara di wilayah Kabupaten Blitar. Seluruh barang bukti tersebut kini masih dalam sitaan aparat kepolisian untuk proses lebih lanjut.
Operasi Grebek Balon Udara di wilayah Kabupaten Blitar bagian barat yang masuk dalam zona merah penerbangan balon udara itu dilaksanakan pada Sabtu (21/3), melibatkan Tim HSSE PLN UPT Madiun bersama Tim ULTG Kediri serta didukung jajaran Polsek Srengat, Polsek Ponggok, dan Polsek Sanankulon.
Operasi dimulai sejak pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB dengan menyisir sepanjang jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Tulungagung–Trenggalek, khususnya pada bentang tower T.56–T.57 yang menjadi salah satu titik rawan aktivitas penerbangan balon udara.
Kegiatan yang diinisiasi PLN melalui UPT Madiun ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya aktivitas balon udara di sekitar jalur transmisi listrik yang berpotensi menimbulkan gangguan seperti flashover maupun trip pada jaringan listrik. Selain itu, operasi ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat terkait bahaya balon udara liar, terutama yang dilengkapi petasan.
Perwakilan PLN menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya menjelang dan selama periode Hari Raya Idul Fitri, di mana aktivitas penerbangan balon udara cenderung meningkat di beberapa wilayah.
“Melalui sinergi bersama TNI dan Polri, kami berupaya meminimalisir potensi gangguan pada jaringan transmisi akibat balon udara. Keselamatan masyarakat dan keandalan listrik menjadi prioritas utama kami,” ujar perwakilan Tim HSSE PLN UPT Madiun.
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, turut mengingatkan masyarakat akan bahaya balon udara liar yang dapat mengancam keselamatan dan keandalan listrik. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara liar, apalagi yang dilengkapi petasan,” ujar Ika.
“Selain berisiko menyebabkan gangguan listrik, hal tersebut juga dapat membahayakan keselamatan jiwa dan lingkungan sekitar,” terangnya. “Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan keandalan listrik demi kenyamanan bersama, khususnya di momen Ramadan dan Idul Fitri,” ajaknya.
PLN juga menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi gangguan akibat balon udara dapat diminimalisir. (Gan)
Teks Foto: Tim Gabungan PLN, TNI dan Polri di Blitar berhasil mengamankan barang bukti balon udara dan petasan.








