PMI Jakarta Utara Masuk ke Gayo Lues, Kondisi Masih Prihatin

  • Whatsapp
PMI Jakarta Utara masuk ke Gayo Lues, kondisi masih prihatin (foto: istimewa)

Aceh, beritalima.com|- Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara mengirim sejumlah tenaga kesehatan (nakes) ke Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, dimana terlihat sekali kondisi masyarakat masih sangat memprihatikan.

“Saat kami tiba ke Gayo lues pada 11 Januari, belum ada yang masuk. Cuma cuma PMI Jakarta Utara. Kondisinya cukup memprihatinkan karena keterbatasan jalan masuk. Saat hujan jalan masuk akan ditutup. Saat tidak hujan bisa masuk cuma harus cukup hati-hati,” kata Rijal, Ketua PMI Jakarta Utara yang memimpin langsung rombongan nakes ke Aceh kepada beritalima (12/1).

Rombongan PMI Jakarta Utara sebelum masuk ke Gayo Lues telah mengirim tim pemantau lebih dahulu sejak pertengahan Desember 2025, untuk melihat langsung kondisi di lapangan yang terdampak bencana banjir dan longsor sejak akhir November di Sumut dan Aceh.

Dari hasil pantauan, salah satu daerah yang masih terisolasi adalah Gayo Lues. “Tim PMI utara menyiapkan logistik yang dibutuhkan masyarakat melalui komunikasi, kesehatan dan pengobatan gratis, serta trauma healing bagi korban bencana. Di Aceh Tamiang relawan dan bantuan cukup banyak masuk kedalam dan jalan sangat mudah dijangkau. Itu alasan kami memilih Gayo Lues karena sulit dijangkau,” jelas Rijal.

Bekerjasama dengan PMI Gayo Lues dan Pemda setempat, tim PMI Jakarta Utara langsung melakukan aksi kemanusiaan yang berlangsung tiga pekan atau 21 hari, dengan 21 orang terdiri dari, 1 dokter, 2 perawat, 1 apoteker, dan 14 relawan serta 3 pengurus PMI Jakarta Utara. “Kita konsen pada kesehatan dan pengobatan serta trauma healing bagi anak-anak, serta membawa bantuan untuk korban bencana,” terang Rijal.

“PMI Jakarta Utara akan fokus pada bantuan di Gayo Lues. Apa yang kita bisa bantu kita akan coba usahakan semampunya. Kendaraan yang bisa masuk disini hanya double gardan atau 4×4. Usaha dan kerja Pemerintah Kabupaten Gayo cukup luar biasa, walaupun masih banyak kekurangan alat transportasi,” ungkap Rijal.

Jurnalis: abri/rendy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait