Polisi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cluring, Diduga Depresi karena Tak Diizinkan Pulang Majikan

  • Whatsapp
Foto: Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi meninggal di negeri Jiran Malaysia. (Doc, Istimewa)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Aparat dari Polsek Cluring melakukan monitoring dan pengamanan kedatangan hingga proses pemakaman jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu dini hari.

Korban diketahui bernama Nurul Lailiah (47), warga Dusun Krajan RT 02/RW 06, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring. Berdasarkan keterangan aparat keamanan di Malaysia, korban meninggal dunia akibat gantung diri (neck compression due to hanging).

Bacaan Lainnya

Kapolsek Cluring, AKP Putu Ardana, memimpin langsung pengamanan bersama lima personel. Turut hadir Babinsa Tamanagung Serka Rino, Kepala Desa Tamanagung Suharto, perangkat dusun, serta sekitar 50 warga yang menyambut kedatangan jenazah di rumah duka.

Tiba di Juanda, Diantar Ambulans ke Banyuwangi

Jenazah tiba di kargo Bandara Internasional Juanda Surabaya sekitar pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, pada pukul 15.30 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Banyuwangi menggunakan ambulans milik PMI Kabupaten Banyuwangi bernomor polisi P 1024 QP, didampingi dua perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banyuwangi.

Sekitar pukul 00.55 WIB, ambulans tiba di rumah duka dan disambut keluarga serta warga setempat. Jenazah kemudian dishalatkan dan dimakamkan di TPU Dusun Krajan, Desa Tamanagung pada pukul 01.30 WIB, Minggu (22/2/2026). Selama proses berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.

Diduga Depresi karena Tak Diizinkan Pulang

Menurut keterangan pihak keluarga, korban telah bekerja di Malaysia sejak tahun 2022 sebagai tenaga kerja resmi Indonesia. Setelah lima tahun bekerja, korban disebut telah memasuki masa kepulangan. Namun, majikan dikabarkan tidak mengizinkan korban kembali ke Indonesia.

Kondisi tersebut diduga membuat korban mengalami depresi selama kurang lebih satu tahun terakhir sebelum akhirnya mengambil keputusan mengakhiri hidupnya.

Pihak keluarga, termasuk ayah korban Maskur (70), menerima kepulangan jenazah dengan penuh duka. Warga sekitar juga tampak memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kades Sampaikan Duka Mendalam

Kepala Desa Tamanagung, Suharto, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warganya tersebut.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Tamanagung, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja migran, agar tetap menjaga komunikasi dengan keluarga dan pihak berwenang jika menghadapi persoalan di luar negeri.

Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana memastikan bahwa seluruh rangkaian pengamanan kedatangan hingga pemakaman berjalan tertib. Perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan kepada pimpinan apabila diperlukan. (Rony//B5)

beritalima.com

Pos terkait