Jombang | beritalima.com – Pondok Ramadhan siswa siswi MTsN 4 Jombang berlangsung selama tiga hari Rabu 4 – Jum’at 6 Maret 2026 di tempatkan di Gedung Nur Chodijah, Aula MTsN 4 Jombang. Kegiatan ini diharapkan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif menggapai kesempurnaan ibadah.
Demikian hal itu diungkapkan Kepala Madrasah Dr. Aziz Ja’far, M.Pd.I saat sambutan sekaligus sebagai keynote speech dan membuka kegiatan Pondok Ramadhan siswa siswi MTsN 4 Jombang. Kegiatan ini dihadiri juga sebagai pemateri, Umarul Faruk, M.Pd selaku Waka Kesiswaan.
“Mudah-mudahan waktu yang singkat ini benar-benar dimanfaatkan oleh anak-anakku untuk ngasuh kawuruh untuk mengambil ibroh dari para bapak ibu guru yang menyampaikan materi nantinya,” jelas Dr. Aziz kepada peserta pondok ramadhan.
Perlu diketahui ujar Kamad NTsN 4 Jombang, tujuan diadakannya Pondok Ramadan untuk anak anak semuanya ini adalah memastikan bahwa semuanya ini
mendapatkan jalan mendapatkan guidance dalam rangka untuk meningkatkan kualitas ibadah.
“Jadi nanti ada tiga hal yang harus diperhatikan
dan mudah-mudahan bisa dibawa pulang sekaligus sebagai bekal untuk mendapatkan ilmu manfaat,” terangnya.
Yang pertama menurutnya ibadah paling penting
yang diberikan bapak ibu guru dalam tiga hari kedepan
adalah ilmu yang memastikan Ibadah-ibadah sahabat semuanya diterima oleh Allah SWT.
Makanya ilmul ladzi yusuhi ufil ibadah perangkat keilmuan mengantarkan dalam menjalankan ibadah mulai wudhu, mulai sholat, mulai bacaan Qurannya benar-benar shohi.
“Dan benar-benar menjadi sempurna sehingga sampai sekalipun tiga hari ini Insya Allah benar-benar dilantik oleh Mbak Bisri sebagai santri sejati … Aamiin aamiin. Jadi sampai akan dilantik oleh si Mba Bisri menjadi bagian keluarga besar Ma’arif,” terang Kamad MTsN 4 Jombang.
Yang kedua menurutnya, setelah mendapatkan keilmuan tentang kesempurnaan ibadah, satu per satu untuk mempraktekan. Bagaimana caranya wudhu yang benar. Misalkan membasuh muka sampai seberapa, tangan sampai seberapa, kaki sampai seberapa.
“Ini dipastikan sampean benar-benar sesuai dengan ajaran syariat sehingga mulai dari wudhu sampean sudah mengalami keabsahan secara syari’i dan tidak ada hambatan untuk dikatakan batal,” tegasnya.
Kepada peserta pondok ramadhan juga sebagai peserta didiknya yang berjumlah 250 orang yang tidak mondok melainkan setelah kegiatan belajar mengajar kembali ke rumahnya masing – masing.
Sedangkan dikatakan panitia Pondok Ramadhan, Imam Rofi’i yang juga sebagai guru BK meminta kepada peserta Pondok Ramadhan, pada hari pertama dapat meningkatkan ibadah.
“Anak anak punya kewajiban indah di Masjid, ikut Pondok Ramadhan selama tiga hari sudah mwnjadi santri seperti yang lainnya. Juga memiliki kemampuan shalat dalam sehari,” terang Panitia Kegiatan.
Hari kedua, diterangkan Panitia, melaksanakan praktek ubudiah terutama mengenai wudhu dan tata cara shalat berdasarkan fiqih mazhab Imam Syafi’i. Ketiga harinya melaksanakan olahraga kesehatan.
Lebih lanjut masih diungkapkan Kamad MTsN 4 Jombang mwngenai tata cara wudhu dan shalat, wudhu yang paling pokok karena di wudhuinya tidak sah maka ibadahbibadah lanjutannya dipastikan tidak sah.
Jurnalis: dedy








