Jakarta, bertalima.com|- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung jenguk langsung kondisi puluhan siswa yang menjadi korban dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, memastikan perawatannya tertangani dengan baik.
Para siswa yang menjadi korban berasal dari empat sekolah, yakni SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09. Dari data yang diterima, sebanyak 72 siswa telah menjalani perawatan di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Islam Pondok Kopi, dan RS Harum. Para korban dilaporkan mengalami gejala berupa demam, mual, muntah, hingga diare.
“Ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPBG di lokasi Pondok Kelapa 2. Lokasi terdampaknya ada empat sekolah yaitu SMA 91, Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 07,” ujar Pramono, di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur (4/4).
Pramono menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berkoordinasi cepat dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.
“Jadi saya datang secara khusus bukan apa-apa karena saya pengin anak-anak yang menjadi (korban) terdaftar sebagai siswa di Jakarta ini segera tertangani dengan baik,” kata Pramono. Bagi korban pemegang BPJS Kesehatan, seluruh biaya perawatannya ditanggung BPJS Kesehatan. Sementara biaya perawatan bagi yang tidak memiliki BPJS Kesehatan akan ditanggung sepenuhnya oleh BGN.
Meski hasil laboratorium resmi belum keluar, insiden ini diduga disebabkan oleh menu spageti yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi Pondok Kelapa 2. Namun, Gubernur meminta masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
“Tapi saya tidak mau berandai-andai nanti biar laboratorium atau pihak yang bertanggung jawab yang akan menyampaikan secara terbuka,” jelasnya.
Mengenai kelanjutan program MBG, Pramono menekankan regulasi sepenuhnya berada di bawah kendali Pemerintah Pusat. Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menambahkan, insiden dugaan keracunan makanan tersebut berasal dari satu SPPG pada hari Kamis lalu. Namun para korban baru mendapatkan perawatan di rumah sakit pada Jumat. “Pondok Kelapa semua. Jadi satu SPPG. Peristiwa hari Kamis. Tapi banyak masuk IGD-nya hari Jumat,” ungkap Ani.
Jurnalis: abri/rendy/bj








