Malang, beritalima.com|- Presiden Prabowo tegaskan peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dimana selalu hadir saat negara dalam kondisi terancam.
“Saudara-saudara sekalian, NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan, dan memang itulah pelajaran sejarah,” kata Presiden Prabowo pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur (8/2).
Pengabdian NU dalam perjalanan bangsa dan negara telah berlangsung selama 100 tahun dan dinilai menjadi pilar kebesaran bangsa Indonesia. Kepala Negara menerangkan, NU melalui kiai dan para ulamanya selalu hadir dalam situasi ancaman menyelamatkan negara seperti halnya dalam kemerdekaan Indonesia.
“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya. Diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya. Dan dalam pertempuran itu, kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia. Kita telah berhasil menghadapi Inggris pemenang Perang Dunia Kedua, rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin oleh para kiai, para ulama,” kisah Presiden dihadapan ribuan massa yang hadir.
Selanjutnya, Presiden menggarisbawahi kerukunan menjadi kunci kekuatan bangsa. Oleh karena itu, Presiden mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling merangkul dan bersatu di tengah perbedaan.
“Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya, semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Hal tersebut selaras dengan komitmen NU terhadap bangsa dan peran strategisnya dalam merawat harmoni sosial, toleransi, dan stabilitas bangsa.
Jurnalis: abri/dedy/setneg








