PT Petrokimia Gresik Gelar Demplot NPK Phonska Alam di Bogor, Dukung Pertanian Organik Indonesia

  • Whatsapp
(kiri ke kanan) Dirut PI, Ketua PIKA PI, Founder Benihbaik.com, Ketua PIKA PG dan Dirut PG bersama menabur pupuk phonska alam pada pembukaan Demplot di Mulyaharja, Bogor.(*)

GRESIK,beritalima.com- PT Petrokimia Gresik, dalam program “HUT KE-8 PIKA PI (Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia)” menggelar pembukaan pelaksanaan demonstration plot (demplot) menggunakan pupuk NPK berbasis organik Phonska Alam dengan kegiatan simbolis pemupukan bersama oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, CEO & Founder Benihbaik.com, Andy F. Noya, beserta Ketua Umum PIKA PI, Tata Rahmad Pribadi dan Ketua Umum PIKA PG, Atik Dwi Satriyo di Kelurahan Mulyaharja, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024).

Demplot ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan pertanian organik di Tanah Air.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan penggunaan pupuk organik memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan hasil pertanian organik, baik dari segi kualitas maupun hasil panen.

Selain itu, penggunaan pupuk organik juga memiliki efek mempertahankan kesehatan lahan agar terbentuk budidaya pertanian yang berkelanjutan.

“Pupuk Indonesia telah mengembangkan ekosistem produk berbasis organik dan hayati untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Hal ini menjadi penting bagi penggunaan jangka panjang untuk menjaga kesehatan ekosistem pertanian secara keseluruhan.

Sehingga, kami percaya bahwa dengan menyediakan berbagai jenis pupuk organik bagi pertanian yang sehat, mampu mencapai ketahanan pangan Indonesia,” jelas Rahmad.

Sementara, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menambahkan potensi pertanian organik di Indonesia sangat besar. Data Aliansi Organik Indonesia (AOI) menyebut, terdapat 251.630 Hektare (Ha) lahan pertanian organik di Tanah Air. Tapi sebelumnya belum ada pupuk NPK berbasis organik dengan kandungan Nitrogen (N), Phosphate (P), dan Kalium (K) yang terstandar organik Indonesia.

“Phonska Alam merupakan pupuk NPK berbasis organik pertama di Indonesia. Kandungan N, P, dan K pada pupuk ini sudah terstandar dan bermutu bagi pertanian organik sehingga sangat tepat untuk menjadi solusi kemajuan pertanian organik di Indonesia,” ujar Dwi Satriyo.

Pupuk Phonska Alam diproduksi dengan menggunakan bahan baku sumber N, P, dan K yang berasal dari mineral alami, tanpa menggunakan bahan kimia sintetis sehingga dipastikan sesuai untuk pertanian organik di Indonesia. Bahkan, pupuk ini sudah memiliki tanda logo “Organik Indonesia” sebagai wujud perlindungan atau jaminan bagi konsumen atas kualitas Phonska Alam.

“Jika selama ini petani organik menggunakan cara-cara konvensional untuk memberikan unsur hara N, P, dan K pada tanaman, misal memanfaatkan air cucian beras, pohon pisang, sabut kelapa atau lainnya. Sekarang kami menawarkan cara yang lebih efektif, efesien, dan terukur atau terstandarisasi melalui Phonska Alam,” ujar Dwi Satriyo.

Adapun dalam demplot di Bogor ini, Petrokimia Gresik menggandeng Kelompok Tani “Lemah Duhur” yang memiliki anggota 57 orang petani. Demplot padi kali ini dilakukan di lahan dengan luas 3 (tiga) Ha dengan dosis penggunaan pupuk Phonska Alam sebanyak 500 kilogram/Ha.

“Dalam beberapa kali uji coba di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur sebelumnya, Phonska Alam terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi. Harapannya, budidaya organik pada demplot yang kami lakukan di Bogor ini dapat diduplikasi oleh petani organik lainnya di Jawa Barat, sehingga produktivitas pertanian organik dapat terus didorong,” ungkapnya.

Sementara itu, pada kegiatan peringatan HUT ke-8 PIKA PI, juga diresmikan Kartini Tani Indonesia yaitu program inisiasi PIKA PI untuk mengajak kaum perempuan terlibat secara lebih aktif ke dalam industri pertanian agar dapat meningkatkan keragaman perspektif dan ide dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan.

PIKA PI dan Pupuk Indonesia akan melakukan implementasi program ini secara bertahap hingga Desember 2024 dengan membentuk Kartini Tani di berbagai daerah, memberikan usulan pengembangan usaha tani, mengadakan pelatihan on site, pendampingan usaha tani, jambore Kartini Tani, hingga melakukan evaluasi.(Moh Khoiron)

beritalima.com

Pos terkait