Radio Ekraf Hadir di Bandung, Perkuat Ruang Kolaborasi dan Ekspresi

  • Whatsapp
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (kiri) saat mencoba Radio Ekraf yang diluncurkan di Bandung (foto: kemenekraf)

Bandung, beritalima.com|- Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan Radio Ekraf di Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.

Wakil Menteri Ekraf yang meluncurkan dan hadir di Cihampelas Walk, Bandung mengatakan, “radio tidak lagi diposisikan semata sebagai medium penyiaran, tetapi sebagai fondasi ekosistem yang mendukung pertumbuhan kreativitas sekaligus penguatan jejaring pelaku ekraf.

Rangkaian kegiatan peluncuran Radio Ekraf 2026 ini diawali dengan konvoi Outside Broadcasting (OB) Van melibatkan stasiun radio partisipan sebagai penanda dimulainya aktivasi radio di ruang publik Kota Bandung.

Nantinya Program Radio Ekraf di Bandung akan berlangsung selama 30 hari mulai 8 Februari hingga 9 Maret 2026, setiap pukul 10.00–18.00 WIB, dengan menghadirkan studio terbuka (open studio) di area publik Cihampelas Walk.

Sebanyak 29 stasiun radio, yang terdiri atas 28 radio swasta anggota PC PRSSNI Kota Bandung serta RRI Bandung, akan bergiliran melakukan siaran langsung dan berbagai aktivitas interaktif bersama masyarakat.

Melalui pendekatan kolaboratif serta konvergensi dengan platform digital, Irene menilai radio diharapkan dapat berperan sebagai launchpad bagi insan kreatif dan membuka ruang pengembangan model bisnis yang lebih berkelanjutan.

“Dalam konteks ini, radio memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari the new engine of growth ekonomi kreatif, khususnya di daerah,” ujar Irene.

Dalam konteks penguatan ekosistem di tingkat daerah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai kehadiran Radio Ekraf sejalan dengan karakter Bandung sebagai kota kreatif yang memiliki ekosistem radio yang kuat. Ia menambahkan penguatan ekosistem radio perlu dibarengi dengan pengembangan pendidikan sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi, serta kepekaan terhadap isu-isu sosial.

“Radio telah lama menjadi ruang ekspresi berbagai komunitas dan berperan dalam membentuk dinamika komunikasi serta kreativitas masyarakat Kota Bandung,” jelas Farhan.

Melalui program ini, radio diposisikan sebagai simpul strategis dalam ekosistem ekraf, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai etalase karya kreatif, ruang berbagi pengetahuan, serta media promosi bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif lokal. Radio Ekraf diharapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai kota lain di Indonesia.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait