Jakarta, beritalima.com|- Jelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri 2026, Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I, mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan.
Peluncuran dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta (10/2), dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun nonAPBN,” ujar Airlangga.
Diutarakan, kebijakan pemberian paket stimulus ekonomi yang diberikan pada periode libur hari besar keagamaan nasional, seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru (Nataru), tak hanya menunjang mobilitas masyarakat tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta sektor pariwisata.
“Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran/Idulfitri 2025 itu mencapai 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 [juta]. Secara year-on-year satu tahun di tahun 2025 itu [pertumbuhan ekonomi] 5,11 persen dan pada Desember kunjungan wisman [wisatawan mancanegara] 1,41 juta dan wisnus [wisatawan nusantara] 105,98 juta,” paparnya.
Airlangga merinci diskon tarif transportasi pada Paket Stimulus I-2026, yaitu diskon tarif kereta api sebesar 30 persen dari harga tiket, untuk perjalanan periode 14-29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang, diskon tarif angkutan laut sebesar 30 persen dari tarif dasar, perjalanan periode 11 Maret-5 April 2026, target 445 ribu penumpang.
Lalu, diskon tarif angkutan penyeberangan sebesar 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan, periode 12-31 Maret 2026, target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang dan diskon angkutan udara sebesar 17-18 persen kelas ekonomi di dalam negeri, untuk perjalanan 14-29 Maret 2026, dengan target targetnya 3,3 juta penumpang.
Selain itu, untuk memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Idulfitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus untuk aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta. Skema WFA atau flexible working arrangement (FWA) berlaku selama lima hari, yaitu pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
“Untuk penerapan FWA bagi para pegawai ASN, diterbitkan Surat Edaran (SE) dari Menteri PAN RB, sedangkan untuk pelaksanaan WFA bagi para pekerja swasta akan diterbitkan SE dari Menteri Ketenagakerjaan,” ujar Airlangga.
Tak hanya pemberian stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, pemerintah memperkuat daya beli masyarakat dengan salurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, diberikan sekaligus untuk dua bulan, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun.
Target bantuan pangan sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari desil 1-4. “Pemda dan K/L terkait agar mendukung kelancaran logistik dalam penyaluran bantuan pangan,” ungkap Airlangga.
Jurnalis: abri/rendy/setneg








