Rangkaian Pawai Profil Pelajar Pancasila, Gelar Karya, dan Festival Literasi menyemarakkan Anniversary SMPN 2 Ploso

  • Whatsapp

Jombang | beritalimamcom – SMPN 2 Ploso rutin diperingati tiap tahun, tahun ini yang ke 38 juga sama seperti tahun sebelumnya, namun yang istimewa untuk tahun 2024 ini menampilkan Pawai Profil Pelajar Pancasila sekaligus mengenakan pakaian adat tradisional dimulai pukul 07.30 mengelilingi pemukiman hingga kembali ke halaman sekolah sekitar pukul 09.00.

Pawai diikuti seluruh siswa siswi kelas 7, 8, 9 dari 15 kelas, dilepas Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Ploso, Winarko, M.Pd dengan mengambil tema Bergerak Bersama Wujudkan Profil Pelajar Pancasila. Hadir pada kesempatan itu, Kepala Desa Jatigedong, Babinsa Jatigedong, dan Pengawas SMP Julaeni.

Kendati Pawai Profil Pelajar Pancasila tidak semua memperagakan busana daerah yang dikenakan pelajar SMPN 2 Ploso tapi sudah mewakili pengenalan budaya dari 37 Provinsi di Indonesia, diantaranya adalah seragam budaya Aceh, budaya Kalimantan, Sumatera Utara, Bali, Jawa. Selain pawai, Kepala SMPN tersebut melaksanakan Festival Literasi yang menurutnya momentum mengajak bergerak bersama meningkatkan kompetensi sesuai profil pelajar pancasila.

“Makanya menampilkan projek-projek mereka mulai dari kewirausahaan, gelar karya, bazar, tari dan lagu daerah, kearifan lokal dan memuat enam dimensi karakter profil pelajar Pancasila, yaitu Beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, mandiri, bergotong royong, kebhinnekaan global, bernalar kritis, dan kreatif,” tutur Winarko kepada beritalima.com, Senin (6/5/2024).

Lanjut Winarko, wadah ini memberikan ruang bagi anak anak agar bisa berkreatifitas dan memuncukan ide-idenya, maka ada festival litetasi poster dan cerpen yang temanya lebih kepada memperingati hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional.

Lebih jauh diungkapkan Julaini selaku pengawas SMP, sudah 80% sekolah menengah pertama di Jombang menerapkan kurikulum merdeka sedangkan sisanya masih menggunakan kurikulum 13 dengan menerapkan KTSP.

“Saat ini kurikulum merdeka untuk kelas 7 dan 8 sedangkan tahun ajaran baru kelas 9 sekaligus ada launching kurikulum merdeka secara nasional. Awalnya kata Zulaimi tidak terbiasa bagi anak anak kelas 7 dan 8 namun nantinya akan terbiasa,” pungkas Julaeni.

Lebih jauh dijelaskan Winarko, dengan menerapkan kurikulum merdeka antara tenaga pendidik dan peserta didik terlihat interaksinya semakin akrab karena adanya projek projek dibanding sebelumnya hanya teori tapi sekarang bisa mengaktualisasikan diri siswa dengan kegiatan kegiatan salah satunya bisa bergotong royong dan bisa membuat batik.

“SMPN 2 Ploso terus bergerak bersama mengoptimalkan implementasi kurikulum merdeka dengan budaya peduli lingkungan. P5 itu benar benar bermakna, erat dengan kehidupan sehari-hari, dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan ide kreatif, nalar kritis, dan bergotong-royong. Terkait budaya peduli lingkungan, Kita menuju sekolah adiwiyata Provinsi.” tandasnya.

Jurnalis : Dedy Mulyadi

beritalima.com

Pos terkait