Rawat Warisan Sejarah, Dirut KAI Reaktivasi Jalur Kedungjati–Tanggung

  • Whatsapp
Rawat warisan sejarah, Dirut KAI reaktivasi jalur Kedungjati–Tanggung (foto: KAI)

Jakarta, beritalima.com|- Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin kunjungan kerja ke wilayah Daerah Operasi 4 Semarang (Jawa Tengah), untuk meninjau kondisi jalur nonaktif relasi Kedungjati–Tanggung serta memastikan kesiapan operasional menjelang Angkutan Lebaran 2026.

Kegiatan ini bagian dari agenda strategis perusahaan mendorong reaktivasi jalur yang memiliki nilai wisata sejarah dan potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar. Jalur Kedungjati–Tanggung merupakan bagian dari sejarah awal perkeretaapian Indonesia dan termasuk koridor tertua dalam pembangunan jaringan rel nasional.

Dalam peninjauan lapangan, Bobby bersama jajaran manajemen mengevaluasi kondisi stasiun, aset prasarana, serta kebutuhan teknis yang diperlukan untuk mendukung proses reaktivasi. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, dan potensi pengembangan kawasan berbasis ekonomi lokal serta pariwisata heritage.

Bobby menyampaikan, “reaktivasi jalur Kedungjati–Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat, dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah.”

Wilayah Kedungjati dan sekitarnya dikenal sebagai sentra pertanian serta kawasan hutan jati dengan potensi wisata alam. Dari data BPS Kabupaten Grobogan pada 2025, tingkat pengangguran terbuka di tingkat kabupaten tercatat 3,23 persen, dengan jumlah penduduk Kecamatan Kedungjati sekitar 45 ribu jiwa dan Kecamatan Tanggungharjo sekitar 43 ribu jiwa. Konektivitas transportasi yang memadai diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Selain potensi ekonomi, jalur ini memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Stasiun Tanggung dikenal sebagai salah satu stasiun tertua dengan arsitektur khas Swiss Chalet, sedangkan Stasiun Kedungjati memiliki bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian nasional.

“Jalur ini adalah bagian dari titik awal sejarah perkeretaapian Indonesia. Pelestarian heritage harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” terang Bobby.

Usai peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama manajemen Daerah Operasi 4 Semarang untuk membahas kesiapan operasional, penguatan keselamatan perjalanan kereta api, serta langkah antisipasi menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026.

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait