Bogor, beritalima.com|- Saat meresmikan 218 jembatan di seluruh Indonesia (khuusnya Sumatera purna bencana melanda tiga provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar), lewat video conference dari Hambalang, Sentul (Jawa Barat), Presiden Prabowo mengatakan sarana infruktruktur tersebut buka sekedar proyek fisik, tapi upaya untuk bantu kehidupan masyarakat menuju lebih baik.
Presiden Prabowo Subianto berdialog langsung dengan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat dari berbagai wilayah saat meresmikan (9/3), mendengarkan laporan pembangunan jembatan sekaligus berbincang dengan warga yang kini merasakan langsung manfaat infrastruktur tersebut, terutama anak-anak sekolah di daerah terpencil.
Kepala Negara menerima laporan perkembangan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Nias Selatan. Infrastruktur tersebut dibangun untuk mempermudah mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menempuh perjalanan panjang dan berisiko.
“Terima kasih semua pejabat yang hadir. Pejabat Pemerintah Daerah, pejabat Kepolisian, militer, terima kasih. Saya titip saja teruskan pekerjaan ini. Ini sangat penting untuk rakyat kita dan ini juga membuktikan kepedulian negara, kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi rakyat di mana pun,” ujar Presiden.
Kepala Negara menekanka, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memastikan masa depan generasi muda Indonesia. Presiden Prabowo menilai akses yang lebih aman dan cepat menuju sekolah akan membantu anak-anak memperoleh pendidikan yang lebih baik.
“Anak-anak kita adalah kekayaan kita yang paling berharga. Kita harus jamin mereka bisa sekolah dengan baik, kondisi mereka baik. Jembatan-jembatan ini akan membantu kehidupan masyarakat dan meringankan beban hidup mereka,” ujar Presiden.
Presiden juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparatur sipil negara, TNI, dan kepolisian dalam menjalankan program pembangunan. Menurutnya, kerja sama yang kuat merupakan kunci untuk menjangkau masyarakat di berbagai pelosok tanah air.
“Kita harus jadi satu, kita adalah satu bangsa Indonesia, kita adalah satu keluarga besar. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain. Tidak ada yang boleh merasa bisa menang sendiri. Tidak, kita semua satu keluarga. Seluruh bangsa Indonesia adalah satu keluarga besar. Kalau ada satu yang susah, semua merasakan. Kalau ada satu desa yang menderita, seluruh rakyat merasakan,” tegas Kepala Negara.
Menutup dialog, Presiden menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang bekerja keras di lapangan. Kepala Negara berharap pembangunan jembatan di berbagai daerah dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Jurnalis: abri/dedy/setneg








