Revitalisasi Tahap Awal 11.446 Sekolah, Kemendikdasmen Tinjau SMPN 1 Sambong Blora

  • Whatsapp
Revitalisasi tahap awal 11.446 sekolah, Kemendikdasmen tinjau SMPN 1 Blora (foto: istimewa)

Blora, beritalima.com|- Sebagai bagian dari revitalisasi tahap awal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap 11.446 sekolah, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Mariman Darto meninjau langsung kondisi SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan cukup serius (30/1).

Mariman menyebut sekolah tersebut merupakan bangunan lama yang berdiri sejak 1983, sehingga sejumlah bagian konstruksi mulai rapuh dan membutuhkan penanganan segera. “Kerusakan terjadi pada atap dan plafon yang ambrol, serta sejumlah titik lain yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik,” ujarnya.

Ia meminta pihak sekolah melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh ruang kelas guna memastikan keamanan bangunan. Menurutnya, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sekolah lain yang usianya sudah tua. Karena itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan dan keamanan gedung pendidikan.

Mariman menegaskan kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang layak. Ia menyampaikan revitalisasi sekolah menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Selain perbaikan bangunan, pemerintah memberi perhatian pada peningkatan sanitasi sekolah sebagai bagian dari penyediaan fasilitas pendidikan yang sehat. “Revitalisasi SMPN 1 Sambong diharapkan dapat segera terwujud agar sekolah menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, berbudaya, serta mendukung komponen sekolah Adiwiyata,” jelasnya.

SMPN 1 Sambong merupakan satu-satunya SMP di Kecamatan Sambong, sehingga revitalisasi sarana dan prasarana dinilai penting untuk menjaga layanan pendidikan di wilayah tersebut. “Setelah proses verifikasi dan validasi selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dimulai Februari–Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90–100 hari, sehingga pada Juni sudah dapat digunakan,” paparnya.

Pemerintah telah siapkan tahap kedua dengan tambahan sekitar 60 ribu sekolah, telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan, dengan perkiraan anggaran revitalisasi pada 2026 lebih dari Rp100 triliun.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sambong Wiwik Sulistiyowati, mengutarakan kerusakan bangunan telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan paling parah pada 15 Desember 2025, ketika atap dan plafon ambrol. “Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke ruang laboratorium dan ruangan lain yang masih bisa digunakan,” ceritanya.

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait