Ribuan Jemaah Haji Gresik Siap Berangkat, Visa 98 Persen Rampung di Tengah Situasi Timur Tengah

  • Whatsapp
GRESIK, beritalima.com— Sebanyak 2.679 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Gresik dipastikan berangkat pada musim haji 2026. Mereka akan didampingi 18 Petugas Haji Daerah (PHD) atau pembimbing selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Persiapan keberangkatan tetap berjalan meski situasi di Timur Tengah memanas akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Hingga saat ini, belum ada kebijakan penundaan dari pemerintah pusat, sehingga jadwal keberangkatan masih mengacu pada rencana awal.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik, Lulus, mengatakan bahwa proses administrasi terus dikebut, termasuk penyelesaian visa.

“Untuk visa, per tanggal 16 Maret kemarin itu sudah rampung 98 persen. Tanggal 20 itu terakhir, harus beres semua,” ujar Lulus, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, ribuan CJH tersebut akan terbagi dalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 42 hingga 49. Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji pada 2 Mei 2026.

“Sebanyak 2.679 jamaah (CJH) tersebut akan terbagi dalam delapan kloter (kelompok terbang), dari kloter 42 hingga 49. Menurut jadwal, kloter 42 itu sudah mulai masuk asrama haji tanggal 2 Mei,” tuturnya.

Data keberangkatan menunjukkan keberagaman profil jemaah. Jemaah termuda tercatat berusia 16 tahun atas nama Sekar Safaata Sahra, putri dari Timbul Gunarso, warga Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme.

Sementara jemaah tertua berusia 95 tahun atas nama Tuminah binti Tasmi, warga Desa Watestanjung, Kecamatan Wringinanom.

Dari sisi jenis kelamin, jemaah perempuan lebih mendominasi dengan jumlah 1.455 orang, sedangkan laki-laki sebanyak 1.225 orang.

Berdasarkan tingkat pendidikan, mayoritas jemaah merupakan lulusan SMA sebanyak 821 orang, disusul S1 sebanyak 671 orang, SD 662 orang, SMP 358 orang, D1/D2/D3 sebanyak 99 orang, S2 sebanyak 65 orang, dan S3 sebanyak 3 orang.

Sementara dari latar belakang pekerjaan, jemaah didominasi pekerja sektor swasta sebanyak 1.211 orang. Selain itu terdapat 622 ibu rumah tangga, 337 petani, 211 PNS, 103 pelajar, 100 pedagang, 55 pegawai BUMN, 13 pensiunan, serta 12 dari unsur TNI/Polri.

Dilihat dari kelompok usia, mayoritas jemaah berada pada rentang 51–60 tahun sebanyak 954 orang (35,61 persen). Disusul usia 41–50 tahun sebanyak 637 orang (23,78 persen), usia 60–70 tahun sebanyak 623 orang (23,25 persen), serta kelompok usia lainnya dengan persentase lebih kecil.

Lulus menambahkan, pihaknya juga terus memperkuat kesiapan mental jemaah melalui kelompok bimbingan haji dan umrah (KBU), terutama menyikapi dinamika global saat ini.

“Kami lewat KBU yang ada juga terus membimbing dan menguatkan mental para jamaah, jika ibadah haji adalah panggilan Allah SWT. Kalau Allah sudah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Jadi, tetap tenang dan sabar,” ungkapnya.

Selain itu, seluruh jemaah dipastikan telah melalui tahapan pembinaan manasik serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia yang jumlahnya cukup signifikan.

“Kami bersama petugas terus mengoptimalkan pelayanan, terutama bagi jemaah lansia, mengingat jumlahnya cukup signifikan.

Pendampingan akan dilakukan secara intensif agar mereka tetap nyaman dan aman selama beribadah,” pungkasnya.

Meski situasi geopolitik menjadi perhatian, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait penundaan pemberangkatan. Kantor Kemenhaj Gresik masih menunggu arahan pemerintah pusat sembari terus memantau perkembangan.

“Kami masih menunggu petunjuk pemerintah pusat lebih lanjut mengenai hal itu,” ucapnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, keberangkatan jemaah haji Gresik tahun ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus kesiapan daerah dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji secara optimal.

Jurnalis: Moh Khoiron

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait