Rorotan Dijadikan Lokasi Awal Geotagging Data Bangunan Carik Jakarta

JAKARTA,beritalima.com- Kelurahan Rorotan, menjadi lokasi pertama dilaksanakan penandaan geografis (Geotagging) data bangunan yang dihimpun kader dasa wisma melalui aplikasi Carik Jakarta.

Bahkan, ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Suni Sigit Wijatmoko, memantau langsung pelaksanaan geotagging data bangunan di Aula Kantor Lurah Rorotan, Kecamatan Cilincing, Rabu 19 Pebruari 2020, kemarin.

“Di wilayah DKI Jakarta, Jakarta Utara sebagai lokasi pertama geotagging data bangunan. Hasil pendataan bangunan yang dilakukan kader Dasa Wisma Kelurahan Rorotan melalui aplikasi Carik Jakarta disinkronkan dengan peta digital yang dimiliki Dinas Cipta Karya,Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta,” terang Suni, dengan didampingi ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Cilincing, Linda Dewi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Rorotan, Marsya Novani.

Diera yang serba digital ini, lanjutnya, akan semakin mempermudah proses pendataan keluarga terpadu termasuk bangunan.

“Ketika peta itu diklik langsung muncul data-data mengenai bangunan itu milik siapa, status lahan, luasnya berapa dan sebagainya jadi lebih akurat,” terangnya.

Ia berharap, kader Dasa Wisma se Jakarta Utara bisa lebih bersemangat lagi untuk mendata keluarga terpadu dengan aplikasi Carik Jakarta.

“Karena data yang dihasilkan nantinya akan menjadi rujukan kebijakan berbagai program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan pendataan dasa wisma ditargetkan akan selesai pada tanggal 29 Februari 2020,” tuturnya.

Salah satu Kader Dasa Wisma RW 05 Kelurahan Rorotan, Anita, mengaku takjub dengan kemajuan teknologi yang ada.

“Kita harus benar-benar mendapatkan data yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Tidak boleh sembarangan menginput data keluarga terpadu karena itu sangat beresiko. Tadi sudah dicocokan data bangunannya dengan peta digital dan langsung terlihat,” kata Anita.

Dalam proses geotagging data bangunan tersebut, juga dihadiri sejumlah petugas dari Dinas Cipta Karya,Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta, Pusdatin, BKKBN, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kota Administrasi Jakarta Utara serta Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan pelaksanaan sistem geotagging bangunan dengan cakupan lokasi 13 RW. (Johan S).