Rute DAMRI Segera Melewati JLS Ruas Trenggalek-Tulungagung

  • Whatsapp

TRENGGALEK, beritalima.com –

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) berencana membuka rute baru menggunakan armada Damri. Trayek yang bakal dilalui oleh Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) tersebut lebih terfokus pada jalur pantai selatan Jawa (Pansela).

Untuk alurnya sendiri adalah, Terminal Pacitan, kemudian Pantai Soge, Pantai Puring, Pantai Udik Jodrono, Terminal 2 Ngadirojo Lorok, Terminal Panggul, Terminal Gayatri Tulungagung dan Stasiun Tulungagung.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Trenggalek, melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan, Budi Supriyanto dikonfirmasi terkait trayek tersebut mengatakan jika kemungkinan terealisasi pada pertengahan Januari 2024 mendatang.

“Kemarin kami sempat ketemu General Manager (GM) dari DAMRI, rencananya trayek itu dilaunching tanggal 13 Januari lusa. Dengan perkiraan harga tiket, kisaran angka 18.000 rupiah hingga 20.000 rupiah sekali jalan,” ungkapnya, Rabu, 10 Januari 2024.

Namun begitu, masih kata dia, satu hal yang wajib di ketahui oleh para calon penumpang sebelum mencoba moda angkutan transportasi tersebut adalah pemesanan tiket yang secara online. Pertama-tama (calon penumpang), harus membeli tiket dahulu pada Aplikasi Damri (yang dapat di download melalui Play Store pada HP masing-masing calon penumpang).

Selain itu, wajib mengetahui jadwal keberangkatan sekaligus titik-titik pemberhentiannya. Termasuk start pertama dari Stasiun Tulungagung pada pukul 04.00 WIB (pagi hari) dan 16.00 WIB (sore hari). Sedangkan giliran keberangkatan keduanya dari Terminal Pacitan pukul 08.00 WIB (pagi hari) dan 16.00 WIB (sore hari).

“Untuk jenis kendaraan angkut yang dipakai, menurut keterangan pihak DAMRI berjenis mobil travel (kendaraan wisata),” imbuh Budi.

Saat disinggung mengenai kemungkinan ‘membludagnya’ penumpang, Kabid Angkutan yang ramah ini menambahkan, hal tersebut telah diantisipasi oleh admin DAMRI. Mengingat, unit transportasi yang telah terdaftar dalam trayek hanya 2 unit. Sehingga, saat pembelian tikat sudah memenuhi kuota otomatis akan ditutup.

“Setelah memenuhi kuota kursi penumpang, otomatis penjualan tiket ditutup. Bisa jadi, akan dibuka lagi untuk periode keberangkatan berikutnya. Namun itu kan lebih kepada hal teknis yang bukan kewenangan Dishub Trenggalek,” pungkas dia.

Untuk informasi, Pansela atau lebih familiar disebut Jalur Lintas Selatan (JLS) merupakan salah satu ruas jalan yang merupakan bagian dari program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Karena bisa menghubungkan banyak daerah dengan melewati beberapa destinasi yang merupakan obyek wisata strategis.

Terkait hal ini, Provinsi Jawa Timur memang berkomitmen mendukung secara penuh target pembangunan nasional empat KSPN di wilayahnya. Yaitu, KSPN Bromo Tengger Semeru (BTS), KSPN Trowulan, KSPN Ijen Baluran, dan KSPN Pacitan.

Sedangkan daerah yang termasuk rangkaian KSPN Pacitan sendiri meliputi Pacitan-Trenggalek-Tulungagung. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan fasilitasi agar masyarakat lebih mudah menjangkau spot-spot pantai yang ada di ketiga wilayah menggunakan armada Damri. (her)

beritalima.com

Pos terkait