Acèh, Beritalima.com ( Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah percepatan ini difokuskan pada pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah daerah setelah Hari Raya Idul fitri 1447 Hijriah.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan serta mempercepat proses pembangunan huntap bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, roboh, maupun hanyut terbawa arus banjir.
“Setelah Lebaran, kami akan turun bersama Menteri PKP untuk mengoordinasikan pemerintah daerah yang lahannya sudah siap agar pembangunan huntap bisa segera dimulai,” ujar Tito Karnavian usai mendampingi Prabowo Subianto merayakan Idul fitri di Aceh Tamiang.
Pembangunan huntap ini akan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Beberapa instansi yang terlibat di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian PKP, Kemenko Polhukam, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia, dengan dukungan dari pihak swasta dan masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan percepatan pemulihan pascabencana berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan huntap akan dilakukan melalui dua skema utama, yakni metode in situ dan metode komunal.
Metode in situ dilakukan dengan membangun kembali hunian di lokasi asal warga dengan mempertimbangkan aspek keamanan lahan secara ketat, salah satunya direncanakan di Kabupaten Bireuen dengan usulan sebanyak 365 unit huntap.
Sementara itu, metode komunal dilakukan dengan relokasi terpusat ke kawasan baru yang dinilai aman dan layak huni, khususnya bagi wilayah yang tidak memungkinkan untuk ditempati kembali karena risiko bencana.
Secara keseluruhan, Satgas PRR menargetkan pembangunan sebanyak 36.669 unit huntap di tiga provinsi terdampak, dengan 110 unit telah selesai dan 1.359 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan, sementara pemerintah juga menyiapkan hunian sementara serta Dana Tunggu Hunian sebesar Rp1,8 juta bagi pengungsi yang memilih menyewa rumah sementara.”( A79)








