Jombang | beritalima.com – Sepanjang kepemimpinan Bupati Warsubi dalam satu tahun belakangan ini, mengalami kenaikan jumlah produksi beras selama tahun 2025 sebanyak 108.000 ton beras dibanding tahun 2024 hanya memperoleh 49.342 ton beras. Ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. much Rony, M.M melalui pesan WhatsAppsnya diterima beritalima.com, Sabtu (7/3/2026).
Surplus beras ini dikatakan Rony, sebagai bukti bahwa Jombang tetap menjadi lumbung pangan Nasional juga di Jawa Timur. Juga didukung pupuk bersubsidi, penurunan harga pupuk, kebijakan Harga Pokok Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kg.
“Dipastikan harga gabah tersebut semakin menguatkan gairah petani menanam padi,” ujarnya kepada beritalima.com
Menurutnya, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tidak tinggal diam melainkan membentuk 17 Brigade Pangan (BP) terbilang banyak di Jawa Timur. Kelompok pemuda tani ini difasilitasi traktor roda empat, combine harvester, drone pertanian, dan peningkatan kapasitas SDM.
“Kami ingin regenerasi petani berjalan. Anak muda harus melihat pertanian sebagai sektor modern dan menjanji|kan,” ucapnya.
Lebih jauh diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Luas Tambah Tanam (LTT) padi pada Musim Tanam I tahun 2025 mencapai 86.701 hektar, tertinggi sepajang sejarah melampaui target Pemerintah Pusat sebesar 81.251 ha. Diperkirakan Luas Panen Padi pada MT I bulan Maret dan April 2026 per Kecamatan se-Kabupaten Jombang secara keseluruhan sebanyak 21,502.73 hektar.
Capaian ini ujarnya, tidak lepas dari sinergi kebijakan pusat dan daerah dengan program Optimalisasi Lahan (OPLAH) seluas 3.311 hektar sebagai pengungkit utama. Juga didukung irigasi perpompaan (IRPOM) dan sarana produksi.
“Indeks pertanaman (IP) padi meningkat dari satu kali menjadi dua bahkan sampai tiga kali tanam dalam setahun. Dampaknya langsung ke peningkatan produksi,” pungkasnya.
Jurnalis: dedy








