Sebelum Idul Fitri, Ketahuilah Tata Cara dan Keutamaan Shalat Hari Raya

  • Whatsapp

Dr. Lia Istifhama, M.E.I.

beritalima.com | Sebentar lagi, umat muslim akan berpisah dengan bulan Ramadhan 1442 H dan dijumpakan dengan bulan Syawal. Kehadiran 1 Syawal tentunya dinanti banyak kaum muslim yang telah menjalani serangkaian ibadah dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan ketaqwaan pada Allah SWT. Maka, menjadi penting bagi kita untuk mengetahui keutamaan dan tata cara shalat Idul Fitri.

Berikut panduan/kaifiat shalat Idul Fitri :

1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
2. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.
3. Memulai dengan niat shalat idul fitri.
Lafaz niat shalat Idul Fitri sebagai makmum adalah:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Sementara bila jadi imam:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.
5. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

6. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
7. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
8. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.

Di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam) dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

9. Membaca Surah al-Fatihah, surat pendek, Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri, berikut panduan/ kaifiatnya:

1. Khutbah Idul Fitri dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
2. Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.
3. Dalam setiap Khutbah, setelah takbir melakukan:
a. Memuji Allah (mengucap ‘Alhamdulillah’)
b. Membaca shalawat Nabi.
c. Berwasiat tentang takwa.
d. Membaca ayat Al-Quran
e. Mendoakan umat manusia, sebagai contoh memohon pertolongan agar Covid 19 sepenuhnya hilang dari muka bumi.

Selain itu, ada beberapa keutamaan atau kemuliaan Shalat Idul Fitri yang perlu kita ketahui:

1. Mengandung Bacaan yang paling disukai Allah SWT.

Dalam Buku Fadilah Amal karya Al-Kamdahlawi, disebutkan Hadis Rasulullah SAW tentang bacaan yang dibaca di antara setiap takbir dalam shalat Hari Raya:

عَنْ سَمْرَةَابْنِ جُنْدُبِ رَضِىَ اللّه عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّه صَلَّى اللّه عَلَيْهِ وَسَلَمَ : اَحَبَّ الْكَلَامِ اِلَى اللّهِ ارْبَعٌ سُبْحَانَ اللّه وَالحَمْدُ اللّه وَلآَاِلَهَ إلَّا اللّه وَ اللّهُ اكْبَرُ لَايَضُرُّكَ بِاَيْهِنَّ بَدَاْتَ

Dari Samurah bun Jundub r.a, katanya, “Rasullullah s.a.w bersabda, ‘ucapan yang paling disukai Allah s.w.t ada empat, yakni Subhanallah walhamdullillah walaa ilaha illallahu Allahu Akbar. Tidak akan membahayakannya dari mana saja ia memulainya.” Di lain riwayat disebutkan bahwa ucapan ini ada dalam Al-Qur’an.

2. Mengandung makna Hari Kemenangan.

Pelaksanaan Shalat Hari Raya merupakan momentum telah datang hari kemenangan setelah berpuasa selama bulan Ramadhan. Dalam hal ini, disunnahkan makan kudapan sebelum shalat sebagai pengingat datangnya Hari Raya, sesuai dalam Shahih Bukhari, hadis nomor 915:

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَيَغْدُوْا يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ. وَقَالَ مُرَجَّأُ بِنْ رَجَاءٍ حَدَّثَنِيْ عُبَيْدُاللهِ قَالَ حَدَّثَنِيْ أَنَسُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

“Dari Anas, ia berkata: “Rasulullah SAW tidak pergi dulu pada hari raya Idul Fitri (yakni ke tempat shalat) sebelum beliau makan beberapa buah kurma.” Murajjak bin Rajak berkata: “Ubaidillah memberitahukan kepadaku, katanya: “Aku diberitahu oleh Anas dari Nabi, bahwa Nabi makan buah kurmah dengan hitungan ganjil.”

3. Momentum penguatan ukhuwwah Islamiyyah.

Dalam melaksanakan Shalat Hari Raya, disunnahkan kaum mukmin memuliakan Shalat Idul Fitri dengan pergi ke tempat shalat bersama kaum mukmin lainnya sebagai bentuk penguatan kebersamaan dan keharmonisan diantara mereka. Dijelaskan dalam Shahih Bukhari Hadis nomor 934:

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ اُمِرْنَا اَنْ نُخْرِجَ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُوْرِ. وَعَنْ اَيُّوْبِ وَعَنْ حَفْصَةَ بِنَحْوِهِ وَزَادَ فِيْ حَدِيْثِ حَفْصَةَ قَالَ اَوْ قَالَتِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُوْرِ وَيَعْتَزِلْنَ الْحُيِّضُ الْمُصَلِّيَ.

“Dari Ummu Athiyyah ia berkata: “Kita kaum perempuan diperintah supaya menyuruh keluar gadis-gadis dan perempuan-perempuan yang masih muda.” Juga dari Ayyub dari Hafshah dengan lafadz seperti di atas dan di dalam hadis riwayat Hafshah ada tambahannya, yaitu kata ayyub atau kata Hafshah: “Yang disuruh keluar itu adalah gadis-gadis dan perempuan-perempuan muda, bahkan orang-orang yang berhaid, tetapi yang haid ini supaya memencilkan diri dari tempat shalat hari raya tersebut.”

4. Momentum mengenal lingkungan sekitar yang belum dikenal

Dalam Shahih Bukhari hadis nomor 945, dijelaskan bahwa ketika pulang shalat Id, mengambil jalan yang tidak biasa dilewati. Hal ini merupakan pengingat agar kita lebih mengenal lingkungan sekitar yang belum atau kurang dikenal.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذَا كَانَ يَوْمُ عِيْدٍ خَالَفَ الطَّرِيْقَ

“Dari Jabir r.a. berkata: Keadaan Nabi Muhammad SAW apabila Hari Raya, beliau menyelisihi jalan (jalan yang tidak biasa dilawati).

5. Mengingatkan pentingnya Bersedekah

Shalat Hari Raya sekaligus sebagai pengingat pentingnya sedekah, sesuai yang dijelaskan dalam hadis nomor 935 Shahih Bukhari:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ سَمِعْتُ ابْنُ عَبَّاسٍ قَالَ خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ فِطْرٍ اَوْ اَضْحًى فَصَلَّى ثُمَّ خَطَبَ ثُمَّ اَتَى النِّسَاءَ فَوَعَظَهُنَّ وَذَكَرَهُنَّ وَاَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ.

Dari Abdurrahman, ia berkata: “Aku mendengar Ibnu Abbas berkata: “Aku keluar bersama-sama dengan Nabi. pada Hari Raya Fithri dan Hari Raya Adlha, lalu beliau shalat, terus berkhutbah. Selanjutnya beliau mendatangi kaum perempuan, lalu mereka itu diberi nasehat dan diperintahkan mengeluarkan sedekah oleh beliau.”

Itulah, diantara beberapa keutamaan Shalat Hari Raya Idul Fitri beserta tata caranya. Semoga kita bisa menjalankan rangkaian kebaikan dalam hidup kita. Aamiin…

Pos terkait