Sebut Agama Musuh Panca Sila, Benny: Omongan Kepala BPIP Alihkan Kasus Jiwasraya

  • Whatsapp
www.beritalima.com

JAKARTA, Beritalima.com– Politisi senior Partai Demokrat, Benny Kabur Harman mengkritik Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang mengatakan musuh terbesar Panca Sila adalah agama.

Menurut anggota Komisi III DPR RI yang membidangi keamanan dan hukum tersebut mengatakan, omongan Kepala BPIP itu merupakan upaya tipu muslihat sebagai cara untuk pengalihan kasus mega korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Omongan Kepala BPIP ini merupakan upaya tipu muslihat yang sistematis untuk mengalihkan perhatian rakyat dari tuntutan bongkar skandal mega korupsi PT Jiwasraya,” tutur Benny, wakil rakyat dari Dapil Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, (12/2).

Selain itu, lanjut Benny, pertanyaan Yudian tentang isu ideologis itu juga adalah strategi upaya pengalihan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap kader PDI Perjuangan, Harun Masiku. Harun, masuk DPO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

www.beritalima.com

Politikus Demokrat itu lantas menyebut bahwa musuh terbesar Panca Sila adalah koruptor, bukan agama.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Para koruptor Jiwasraya dan penjaga gudang persembunyian Masiku kini rajin bicara tentang Pancasila. Sekadar tameng dan kamuflase belaka. Jangan mau dibohongi lagi. Rakyat monitor!,” kata Benny.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pada kesempatan terpisah, politisi PDI Perjuangan Diah Pitaloka menyampaikan pandangannya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Panca Sila diilhami nilai-nilai spiritualitas, karena kita adalah masyarakat yang religius. Untuk itulah Undang-Undang Dasar (UUD) kita menjamin praktek beragama di Indonesia,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama dan Sosial itu.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Diah menyayangkan masih ada upaya mempertentangkan agama dengan Panca Sila. “Tak tepat itu, masak Agama dan Panca Sila dipertentangkan. Jangan buat opini semacam itu. Panca Sila melindungi semua warga negara,” demikian Diah Pitaloka. (akhir)

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait