BANYUWANGI – Menjelang waktu magrib, ragam takjil mulai diburu masyarakat untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Salah satu minuman tradisional yang tak pernah kehilangan penggemar adalah es daluman. Minuman khas Bali ini dikenal menyegarkan sekaligus kaya serat, sehingga cocok disantap saat berbuka puasa.
Es daluman terbuat dari daun daluman atau cincau hijau segar yang diolah secara alami hingga mengental seperti jeli. Teksturnya yang lembut berpadu dengan manisnya gula merah dan gurihnya santan menciptakan sensasi rasa yang seimbang di lidah.
Untuk membuat es daluman, bahan utama yang disiapkan antara lain 500 gram daun daluman segar dan 600 mililiter air matang. Selain itu, dibutuhkan 200 gram gula merah atau gula aren yang diiris tipis, dua lembar daun pandan, 800 mililiter santan dari satu butir kelapa tua, serta satu sendok teh garam. Es batu secukupnya menjadi pelengkap, dan bisa ditambahkan potongan nangka atau kolang-kaling sesuai selera.
Proses pembuatannya pun terbilang sederhana. Daun daluman diremas dengan sekitar 400 mililiter air hingga mengeluarkan sari berwarna hijau pekat. Setelah itu, sari daun disaring dan didiamkan selama kurang lebih 30 menit hingga mengental membentuk cincau alami. Cincau yang sudah jadi kemudian dipotong sesuai selera dan disimpan di dalam kulkas agar lebih kenyal saat disajikan.
Sementara itu, kuah santan dibuat dengan merebus santan bersama daun pandan dan garam hingga mendidih, sambil terus diaduk agar tidak pecah. Setelah matang, santan disaring dan didinginkan. Untuk sirupnya, gula merah direbus bersama sedikit air dan daun pandan hingga larut, lalu disaring dan didinginkan.
Saat penyajian, potongan cincau daluman dimasukkan ke dalam gelas, disiram dengan sirup gula merah, kemudian ditambahkan kuah santan dan es batu. Jika ingin lebih istimewa, tambahkan potongan nangka atau kolang-kaling sebagai topping.
Perpaduan rasa manis, gurih, dan segarnya cincau hijau menjadikan es daluman pilihan tepat untuk mengembalikan energi setelah berpuasa. Selain menyegarkan, kandungan serat alaminya juga baik untuk pencernaan, sehingga minuman tradisional ini tak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan.
Penulis: Rony Subhan







