Jakarta, beritalima.com| – Imbas dari meninggalnya salah satu pengemudi ojek online Affan Kurniawan (28/9) karena tertabrak kendaraan aparat keamanan Polda Metro Jaya, menimbulkan amuk massa yang bergelombang dan menyebar, tak hanya di Jakarta saja, tapi menyebar ke Bandung (Jawa Barat), Daerah Istimewa Yogyakarta, Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), Solo (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara) hingga Makassar (Sulawesi Selatan).
Bahkan di Makassar terdengar kabar ada tiga warga meninggal dunia saat aksi massa membakar Gedung DPRD disana. Di Bandung, Mess MPR ikut dibakar. Di Jakarta paling banyak sarana fasilitas umum yang rusak karena dibakar, disamping kantor dan aset Polda Metro Jaya.
Sasaran utama para aksi massa adalah Mako Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang. Hingga pagi hari ini (30/8), massa masih mendekati Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. Aset lainnya Polri yang diserang massa adalah kantor Gegana di Jalan Kramat, Polres Jakarta Timur, serta sejumlah Polsek. Kendaraan milik Polri pun menjadi sasaran amuk massa yang dibakar. Menurut khabar, aksi massa akan terus berdatangan di Sabtu ini. Sehingga aparat keamanan, khususnya Polda Metro jaya yang didukung TNI, terus bersiaga.
Yang sangat disayangkan, beberapa sarana umum ikut dibakar, seperti Halte Transjakarta di depan Polda Metro Jaya dan kawasan Senen tak jauh dari Mako Brimob Kwitang. Pelayanan Transjakarta menjadi terhambat, sejumlah rute perjalanan ditutup sementara. Untuk meredam aksi massa yang mengarah brutal, Pemerintah menurunkan TNI membantu menenangkan masyarakat sambil membantu membersihkan dampak puing bangunan, sarana umum yang rusak.
Jurnalis: abri/dedy






