Sekda Bondowoso Apresiasi Kegiatan Refleksi dan Doa Jatim Harmoni

oleh -514 views
Sekda Syaifullah saat memberikan santunan di acara ISNU Bondowoso (Rois beritalima.com)

BONDOWOSO, beritalima.com – Pemkab Bondowoso melalui Sekretaris Daerah (Sekda) memberikan apresiasi atas kegiatan refleksi serta doa bersama memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawangsa dan Emil Dardak.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Ikatan sarjana nahdlatul ulama (ISNU) Bondowoso bertempat di Pendopo Bupati jumat (21/02) malam yang dihadiri oleh ratusan anggota ISNU Bondowoso.

www.beritalima.com

Dalam sambutannya, Sekda Syaifullah dihadapan para undangan mengatakan bahwa sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Terlebih ISNU bisa memiliki peranan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Jawa Timur khususnya Bondowoso.

“Tentunya kami berharap ke depan agar ISNU mampu membawa peradaban baru. Yakni masuk di tengah-tengah masyarakat merubah mindset, agar ada peradaban baru dan bisa memberikan peranan untuk meningkatkan SDM masyarakat kita,” tuturnya.

Masih kata Syaifullah, kegiatan ini dinilai merupakan salah satu upaya ISNU untuk turut ambil bagian dalam membangun Jatim Cettar dan Bondowoso Melesat.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Semoga para sarjana NU bisa memberikan dukungan dan membantu memberikan sumbangsih pemikirannya agar visi-misi Bupati dan Wakil Bupati ‘Melesat’ cepat terlaksana,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC ISNU Bondowoso Moch Abdul Khalik menyampaikan bahwa dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk mengajak masyarakat membudayakan berpikir positif terhadap pemimpin Jawa Timur dan Bondowoso.

“Sebenarnya tak ada pemimpin yang sempurna. Artinya, setiap pemimpin pasti juga mendapat banyak saran dan kritikan dari berbagai kalangan,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, dengan berpikir positif terhadap pemimpin mungkin keresahan di tengah masyarakat bisa ditekan. Di sisi lain juga, diharapkan kecurigaan dan tindakan anarkis antara satu dengan lainnya bisa diminimalisir dan diantisipasi. Sehingga bisa diharapkan Jatim Harmoni.

“Kami mengajak masyarakat agar berani menyuarakan kebaikan, bukan hanya keburukan yang lantang disuarakan. Sehingga, tak mudah dipecah belah, dan bisa tetap menjaga keutuhan NKRI,” Pungkasnya. (*/Rois)  www.beritalima.com

www.beritalima.com