Sekdes di Wongsorejo Bantah Tuduhan Tak Bayar Upah dan Isu Fee Tanah, Sebut Pemberitaan Fitnah

  • Whatsapp
Ket Foto: Sekdes Sumber Kencono Moch as'ad memegang bukti transfer, bukti upah pekerja sudah dibayarkan. Gambar : Ilustrasi (Doc, Istimewa)

BANYUWANGI,Beritalima.com – Sekretaris Desa Sumber Kencono (Sekdes) Moch as’ad di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya angkat bicara terkait sejumlah pemberitaan yang menyoroti dirinya. Ia mengaku heran karena dalam beberapa berita yang beredar, dirinya selalu menjadi pihak yang disudutkan, sementara tidak ada pernyataan dari kepala desa yang dimuat dalam pemberitaan tersebut.

Sekdes tersebut menilai, narasi yang berkembang telah merugikan dirinya secara pribadi. Terutama terkait tudingan bahwa dirinya tidak memberikan hak upah kepada pekerja dalam program swasembada pangan.

Bacaan Lainnya

“Berita yang menyebut saya tidak memberikan hak pekerja itu fitnah. Seluruh upah sudah dibayarkan oleh desa secara lunas. Bukti transfer juga kami simpan sebagai dokumen resmi desa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, seluruh pembayaran kepada para pekerja telah dilakukan sesuai prosedur. Karena itu, ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Selain soal upah pekerja, dirinya juga menyoroti pemberitaan lain yang menyinggung persoalan tanah. Dalam pemberitaan tersebut, ia kembali disebut sebagai pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Menurutnya, hal tersebut terasa janggal karena persoalan yang dimaksud seharusnya berkaitan dengan pemerintah desa secara kelembagaan.

“Kenapa saya yang dijadikan objek antagonis dalam berita itu. Kenapa bukan desa atau kepala desa yang disebut. Tapi sudahlah, persoalan ini sudah berlarut dan harus saya lawan,” ujarnya.

Ia juga membantah keras tuduhan bahwa dirinya pernah meminta fee kepada pihak tertentu, termasuk isu pembagian keuntungan 50:50 dalam urusan tanah.

“Jangankan soal fee 50:50, lokasi tanahnya saja saya tidak tahu. Bahkan tidak ada komunikasi lanjutan dari pihak-pihak tersebut kepada saya sebagai sekdes,” katanya.

Terkait adanya kabar pelaporan terhadap dirinya, Sekdes tersebut mengaku telah berkoordinasi dengan pengacara dan tim hukum. Ia menyatakan siap memenuhi panggilan jika memang diperlukan dalam proses pemeriksaan.

“Saya siap datang jika diperiksa. Saya ingin tahu dasar apa yang mereka gunakan dalam pelaporan ini,” ungkapnya.

Saat ini, tim kuasa hukum juga tengah mengkaji kemungkinan mengambil langkah hukum balik terhadap pihak-pihak yang dinilai telah menyebarkan tuduhan tidak berdasar.

Sekdes tersebut menegaskan bahwa pemberitaan yang berkembang telah mencemarkan nama baik dirinya dan keluarganya.

“Saya ini punya keluarga. Kami merasa nama baik kami sedang dicemarkan. Kami akan membuktikan bahwa semua narasi buruk tentang saya sebagai sekdes tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga menduga ada pihak tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan reputasinya di masyarakat dengan membangun opini negatif melalui berbagai narasi pemberitaan.

“Kami yakin ada pihak yang ingin menjatuhkan nama baik saya dengan membuat cerita-cerita buruk agar saya mendapat sanksi sosial di masyarakat,” katanya.

Untuk itu, ia memastikan akan melawan tudingan tersebut dengan bukti dan data yang dimiliki.

“Kami berhak menyampaikan yang sebenarnya. Kami akan melawan balik dengan pembuktian nyata dan data yang konkret,” pungkasnya.(Abi//B5)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait