Jakarta, beritalima.com|- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengatakan, kini harapan publik kepada kinerja anggota parlemen meningkat signifikan.
Hal ini berkaitan juga dengan dinamika International yang kian kompleks menuntut seluruh lembaga, termasuk DPR RI, bekerja lebih adaptif, efektif, dan responsif terhadap harapan publik.
Dalam dua tahun terakhir, dunia dihadapkan pada krisis yang berlapis mulai dari konflik geopolitik di Ukraina, dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik, hingga ketegangan politik di Amerika Serikat dan Eropa yang berakibat pula pada situasi ketidakadilan dan ketidakpastian global.
Indra mengutarakan pandangan tersebut dalam arahannya saat Rapat Kerja Badan Keahlian DPR RI Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta (13/1).
“Dalam situasi seperti ini, posisi Parlemen menghadapi tuntutan yang jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Harapan publik terhadap Parlemen meningkat sangat signifikan,” ucap Indra.
Disoroti dua tuntutan utama publik terhadap parlemen saat ini oleh Indra. Pertama, proses pengambilan keputusan yang lebih efisien, efektif, dan transparan. Kedua, keputusan-keputusan parlemen yang berorientasi pada keadilan sosial serta berdampak jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks tersebut, ia menilai Badan Keahlian DPR RI memegang peran strategis sebagai “dapur kualitas” bagi lembaga perwakilan rakyat. Badan Keahlian dituntut tak hanya mendukung secara administratif, tetapi juga mampu membaca dan mengantisipasi krisis multidimensi di masa depan.
“Walaupun secara struktural berada di bawah Sekretariat Jenderal, ke depan Badan Keahlian perlu memiliki ide-ide segar agar lebih lincah. Kita bisa belajar dari praktik di negara lain, seperti Korea, bagaimana lembaga pendukung Parlemen mampu bergerak cepat dan adaptif,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Keahlian DPR RI Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono dalam sambutannya menegaskan tiga nilai utama yang harus menjadi pedoman kerja seluruh jajaran Badan Keahlian, yakni ketepatan waktu, kualitas dukungan keahlian, dan dampak nyata dari setiap produk yang dihasilkan.
Jurnalis: abri/rendy








