Sekjen IWO Telly Masuk 4 Orang Indonesia Pembela Pengungsi di Hari Perempuan Internasional

  • Whatsapp
Sekjen IWO Telly (kanan) masuk 4 orang Indonesia pembela pengungsi di Hari Perempuan Internasional

Jakarta, beritalima.com|- Sekretaris Jenderal Ikatan Wartawan Online (IWO) Telly Nathalia, mendapat pengakuan sebagai pembela pengungsi, dalam peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 setelah profilnya diangkat sebagai salah satu dari empat perempuan Indonesia karena dinilai aktif membantu para pencari suaka dan pengungsi dari berbagai negara yang berada di Indonesia.

Pengakuan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan yang digelar organisasi kemanusiaan JRS Indonesia (Jesuit Refugee Service) bersama jaringan advokasi SUAKA. Kedua lembaga ini menyoroti peran perempuan Indonesia yang dinilai konsisten memperjuangkan isu kemanusiaan, khususnya terkait perlindungan bagi pengungsi dan pencari suaka.

Bagi Telly Nathalia, pengangkatan profil tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus pengingat profesi jurnalis memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Dalam pandangannya, wartawan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi suara bagi mereka yang tidak memiliki ruang untuk berbicara.

Perempuan yang juga aktif dalam berbagai kegiatan advokasi ini menilai bahwa isu pengungsi sering kali kurang mendapatkan perhatian publik. Padahal, para pencari suaka yang datang ke Indonesia kerap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian status hingga keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Telly percaya jurnalis dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi para pengungsi. Peran media dinilai penting untuk membuka ruang diskusi publik sekaligus mendorong perhatian terhadap isu hak asasi manusia.

Penghargaan terhadap empat perempuan Indonesia tersebut juga menjadi bagian dari semangat Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret. Momentum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk perjuangan kemanusiaan dan pembelaan terhadap kelompok rentan.

Dalam konteks tersebut, kiprah Telly Nathalia menunjukkan bahwa jurnalisme tidak hanya berhenti pada ruang redaksi. Lebih dari itu, profesi wartawan dapat berperan aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Jurnalis: abri/rendy

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com

Pos terkait